Kenali Red Zone dan Difficult Access dalam Ekspedisi Pengiriman Barang – Kelancaran pengiriman barang ke tangan konsumen akhir sering sekali terhambat karena adanya kondisi eksternal di lapangan.
Oleh karena itu, pebisnis serta perusahaan logistik perlu memahami wilayah red zone dan difficult access yang menjadi langkah penting untuk membantu memperlancar proses pengiriman.
Sebenarnya perbedaan red zone dan difficult access adalah hambatan yang dihadapi oleh transportasi pengiriman.
Dengan mengidentifikasi kedua wilayah tersebut, jasa kirim dapat menentukan jenis armada yang tepat, menghitung biaya tambahan, serta lainnya.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kedua istilah tersebut, mari simak artikel Djatgo di bawah ini.
Apa Itu Red Zone dan Difficult Access dalam Industri Logistik?
Tahukah kamu apa itu red zone dan difficult access? Dalam dunia logistik, istilah red zone dan difficult access adalah klasifikasi wilayah pengiriman yang memiliki tantangan serta hambatan khusus.
Sehingga banyak pihak ekspedisi memberikan biaya tambahan saat pengiriman harus melewati dua wilayah ini.
Red zone merupakan wilayah destinasi penerusan yang di mana perlu adanya proses pengantaran paket dengan armada tambahan.
Umumnya transportasi tambahan yang digunakan seperti kapal atau pesawat kecil. Area ini memiliki pengawasan tinggi oleh pihak bea cukai, sehingga kamu perlu mengetahui aturan saat melewati wilayah red zone ini.
Selain itu, untuk area destinasi yang termasuk kategori red zone, maka estimasi pengiriman dapat melebihi 10 hari perjalanan.
Sedangkan difficult access adalah wilayah pengiriman yang rentan mengalami cuaca ekstrem atau kondisi geografis yang berubah-ubah.
Kondisi ini membuat proses pengiriman menjadi lebih rumit dan mahal. Sehingga mempengaruhi pada tingginya biaya pengiriman yang perlu dibayar oleh konsumen.
Baca Juga : Apa Itu Consolidation dalam Sebuah Pengiriman
Perbedaan Red Zone dan Difficult Access dalam Pengiriman Barang
Dalam pengiriman barang, red zone dan difficult access memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Adapun perbedaan red zone dan difficult access yang telah Djatgo susun yaitu:
|
No. |
Poin | Red Zone | Difficult Access |
|
1. |
Fokus Hambatan Utama | Fokus pada aturan hukum, kepabeanan, serta kebutuhan armada. |
Berfokus pada kondisi di lapangan, tantangan alam, serta medan yang ekstrem. |
|
2. |
Penyebab | Wilayah berada di bawah pengawasan ketat bea cukai atau area terluar yang terputus. |
Area rentan terjadi cuaca ekstrem yang berubah-ubah atau kondisi geografis yang sulit dilalui |
|
3. |
Solusi | Membutuhkan koordinasi dokumen dan transfer muatan ke armada tambahan khusus. |
Memerlukan penyesuaian strategi keselamatan, tipe kendaraan, serta penundaan pengiriman. |
|
4. |
Dampak pada Estimasi | Bisa memakan waktu lebih dari 10 hari perjalanan. |
Tergantung seberapa ekstrem cuaca atau medan saat dilalui. |
| 5. | Dampak pada Biaya | Dikenakan biaya tambahan karena penggunaan armada tambahan. |
Dikenakan biaya tambahan karena tingginya risiko operasional, konsumsi bahan bakar, serta kerumitan medan. |
Sederhananya perbedaan red zone dan difficult access terletak pada hambatan yang dilalui oleh setiap pengirim.
Jika red zone lebih menekankan hambatan yang bersifat administratif atau regulasi tinggi. Maka difficult access merupakan hambatan yang bersifat fisik atau alam.
Aspek yang Perlu Dipertimbangkan dalam Kirim Barang di Area Red Zone dan Difficult Access
Mengirimkan barang dengan melewati wilayah yang dikategorikan red zone dan difficult access tentunya membutuhkan perencanaan yang lebih matang.
Jika tidak disiapkan maka pengiriman akan mengalami beberapa risiko. Adapun aspek yang perlu dipertimbangkan saat mengirim barang di area red zone dan difficult access menurut Djatgo yaitu:
Fokus pada Regulasi dan Prosedur
Red zone identik dengan pengawasan ketat, aturan hukum, dan kebutuhan armada. Maka kamu perlu memperhatikan beberapa regulasi dan prosedur yang ditentukan.
Adapun aturan yang perlu kamu perhatikan seperti kelengkapan dokumen dan administrasi, kesesuaian jenis barang, serta manajemen ekspektasi waktu.
Baca Juga : Prosedur Pengiriman Barang Cargo Sampai Barang Diterima
Fokus pada Fisik dan Operasional
Umumnya difficult access berkaitan erat dengan tantangan geografis, infrastruktur rusak, dan cuaca ekstrem.
Sehingga kamu perlu memperhatikan beberapa aspek seperti keamanan serta standarisasi pengemasan, fleksibilitas, pemilihan armada yang tepat, penggunaan asuransi, dan melakukan pemantauan cuaca.
Perhatikan Aspek Finansial
Kamu perlu siap dengan adanya biaya tambahan ketika pengiriman melewati area red zone dan difficult access.
Biaya ini digunakan oleh pihak logistik untuk menutupi ongkos bahan bakar ekstra, biaya sewa armada tambahan, upah lembur kurir, serta biaya penanganan dokumen khusus. Pastikan biaya ini sudah disepakati di awal kontrak kerja sama logistik.
Biasanya perusahaan logistik menggunakan sistem penandaan otomatis pada salah satu sistem mereka. Tujuannya untuk mendeteksi langsung kedua wilayah tersebut saat pengirim memasukkan alamat.
Sehingga biaya tambahan serta estimasi waktu pengiriman bisa disesuaikan di awal.
FAQ
Apa itu red zone dan difficult access?Ā
Dalam dunia logistik, istilah red zone dan difficult access adalah klasifikasi wilayah pengiriman yang memiliki tantangan serta hambatan khusus.
Kenapa penting memahami kedua istilah tersebut?
Dengan mengidentifikasi kedua wilayah tersebut, jasa kirim dapat menentukan jenis armada yang tepat, menghitung biaya tambahan, serta lainnya.
Apa perbedaan red zone dan difficult access?
Sederhananya perbedaan red zone dan difficult access terletak pada hambatan yang dilalui oleh setiap pengirim.
Jika red zone lebih menekankan hambatan yang bersifat administratif atau regulasi tinggi. Maka difficult access merupakan hambatan yang bersifat fisik atau alam.
Apa saja aspek yang perlu diperhatikan saat melewati wilayah red zone?
Adapun aturan yang perlu kamu perhatikan seperti kelengkapan dokumen dan administrasi, kesesuaian jenis barang, serta manajemen ekspektasi waktu.

