Alur dan Rute Pengiriman Ekspedisi yang Harus Kamu Ketahui – Alur dan rute pengiriman ekspedisi menjadi bagian penting dalam proses distribusi barang dari pengirim hingga sampai ke penerima.
Barang yang dikirim umumnya tidak langsung diproses dari alamat pengirim ke alamat tujuan, namun melewati beberapa tahapan seperti penerimaan, penyortiran, pengangkutan, transit, hingga pengantaran ke alamat tujuan.
Alur pengiriman menunjukkan rangkaian proses yang dilalui barang, sedangkan rute menunjukkan jalur atau rangkaian lokasi yang dilewati selama perjalanan.
Rute dapat berbeda berdasarkan asal dan tujuan, jenis barang, layanan, moda transportasi, serta jaringan distribusi yang digunakan.
Melalui artikel ini, Djatgo akan mengajak kamu memahami alur dan rute pengiriman dan mengetahui alasan barang perlu masuk gudang, transit, atau berpindah moda sebelum sampai ke penerima.
Apa yang Dimaksud dengan Alur dan Rute Pengiriman Ekspedisi?
Sebelum membahas tahapannya, penting untuk kamu memahami perbedaan antara alur dan rute pengiriman ekspedisi.
Meskipun saling berkaitan, namun keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam proses pengiriman.
Pengertian Alur dan Rute Pengiriman Ekspedisi
Alur pengiriman berkaitan dengan tahapan yang dilalui barang, mulai dari penyerahan kepada ekspedisi, pemeriksaan, sortir, pengangkutan, hingga pengantaran ke alamat tujuan.
Sementara itu, rute pengiriman menunjukkan jalur atau rangkaian lokasi yang dilewati selama proses tersebut.
Sebagai contoh, barang yang dikirim dari Jakarta ke Surabaya dapat melalui proses penjemputan, pemeriksaan, dan penyortiran terlebih dahulu sebelum diberangkatkan menuju wilayah tujuan.
Dalam perjalanan, barang mungkin melewati gudang atau hub tertentu sebelum diteruskan ke Surabaya dan masuk ke tahap pengantaran.
Jadi, alur menjelaskan apa saja yang terjadi pada barang, sedangkan rute menjelaskan ke mana saja barang tersebut bergerak.
Memahami perbedaan ini dapat membantu kamu membaca status pengiriman dengan lebih baik, ketika barang tercatat berada di gudang atau titik transit.
Kondisi tersebut belum tentu menunjukkan adanya kendala karena lokasi tersebut dapat menjadi bagian dari alur dan rute distribusi yang digunakan.
Faktor yang Menentukan Rute Pengiriman
Dalam menentukan rute, terdapat beberapa hal yang perlu disesuaikan, seperti lokasi tujuan, jenis dan ukuran barang, moda transportasi, jadwal keberangkatan, serta jaringan gudang atau hub yang tersedia.
Kamu juga perlu memahami bahwa kebutuhan setiap pengiriman dapat berbeda.
Barang yang dikirim antarpulau, misalnya, dapat membutuhkan kombinasi transportasi darat dan laut.
Barang terlebih dahulu dibawa menggunakan kendaraan menuju pelabuhan, kemudian diangkut menggunakan kapal dan diteruskan kembali melalui jalur darat setelah tiba di wilayah tujuan.
Karena itu, rute pengiriman dapat terdiri dari beberapa titik sebelum barang mencapai alamat penerima.
Pemilihan jalur tersebut perlu menyesuaikan karakteristik barang dan layanan yang digunakan agar perjalanan dapat berlangsung sesuai dengan sistem distribusi yang tersedia.
Mengapa Barang Tidak Selalu Dikirim Langsung ke Tujuan?
Saat mengirim barang, kamu mungkin melihat bahwa perjalanan tidak langsung berpindah dari kota asal ke kota tujuan.
Kondisi tersebut terjadi karena jasa ekspedisi biasanya menggunakan jaringan gudang, cabang, dan hub untuk mengumpulkan serta mengatur berbagai kiriman berdasarkan wilayah tujuan atau rute perjalanan.
Misalnya, barang dari beberapa pengirim dikumpulkan di satu fasilitas sebelum diberangkatkan ke wilayah tertentu.
Setelah tiba di hub berikutnya, barang dapat kembali disortir agar dipisahkan berdasarkan kota atau area pengantaran. Proses tersebut membuat satu kiriman dapat melewati beberapa lokasi sebelum sampai ke penerima.
Transit juga menjadi bagian yang umum dalam perjalanan jarak jauh karena barang mungkin perlu berpindah kendaraan atau moda transportasi.
Jadi, jika kamu melihat barang berada di lokasi transit, tidak perlu langsung menganggap pengiriman mengalami masalah.
Selama status pengiriman masih berjalan sesuai proses yang ditetapkan, titik tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju tujuan akhir.
Baca Juga: Prosedur Pengiriman Barang Cargo Sampai Barang DiterimaÂ
Bagaimana Alur dan Rute Pengiriman Ekspedisi dari Awal sampai Tujuan?
Setelah memahami perbedaannya, berikut gambaran bagaimana alur dan rute pengiriman ekspedisi berlangsung dari barang diserahkan hingga diterima.
Pemesanan dan Penyerahan Barang
Proses dimulai ketika pengirim melakukan pemesanan dengan memberikan informasi mengenai barang, alamat asal dan tujuan, serta layanan yang dibutuhkan.
Barang yang akan dikirim kemudian dapat dijemput dari lokasi pengirim atau diserahkan melalui kantor jasa kirim.
Pemeriksaan, Pengemasan, dan Pencatatan Barang
Setelah diterima oleh jasa kirim, barang diperiksa dan dicatat sesuai data pengiriman. Berat, ukuran, jenis barang, serta kondisi kemasan dapat menjadi bagian dari informasi yang diperlukan untuk menentukan penanganan dan kebutuhan moda transportasi.
Jika packing barang belum sesuai, barang dapat memerlukan perlindungan tambahan sebelum diberangkatkan.
Pencatatan dan pemberian identitas pengiriman juga membantu barang dikenali selama berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Penyortiran dan Penentuan Jalur Pengiriman
Barang kemudian masuk ke proses penyortiran di gudang atau hub jasa kirim. Pada tahapan ini, barang kiriman dikelompokkan berdasarkan tujuan, rute, dan layanan agar dapat diarahkan ke jalur yang sesuai.
Proses penyortiran penting karena satu layanan pengiriman dapat menerima banyak kiriman dengan tujuan berbeda.
Pengelompokan yang tepat membantu menentukan barang mana yang perlu diberangkatkan bersama dan ke titik mana barang tersebut harus diteruskan.
Perjalanan Menuju Wilayah Tujuan
Setelah proses penyortiran selesai, barang diberangkatkan menggunakan moda transportasi yang sesuai.
Pengiriman dapat menggunakan jalur darat, laut, udara, atau kombinasi beberapa moda, tergantung pada tujuan dan kebutuhan layanan.
Selama perjalanan, barang dapat melewati satu atau beberapa titik transit sebelum mencapai wilayah tujuan.
Jumlah titik tersebut tidak selalu sama karena bergantung pada jaringan distribusi dan rute yang digunakan.
Penyortiran di Wilayah Tujuan dan Pengantaran Akhir
Setelah tiba di wilayah tujuan, barang yang dikirim dapat disortir kembali berdasarkan alamat tujuan penerima.
Pada tahapan ini, barang kiriman yang akan diantar ke area berbeda dibantu dipisahkan sebelum diserahkan kepada kurir atau armada pengantaran.
Pengantaran dari gudang ekspedisi menuju alamat penerima merupakan bagian akhir perjalanan yang sering disebut last mile delivery.
Barang Diterima dan Pengiriman Diselesaikan
Barang kemudian diserahkan kepada penerima sesuai data pengiriman, jasa ekspedisi dapat mencatat penerimaan melalui tanda tangan, foto, atau sistem digital sebagai bukti bahwa barang telah sampai.
Baca juga: Ekspedisi Tangerang Samarinda
Apa Saja Rute dan Moda yang Digunakan dalam Pengiriman Ekspedisi?
Rute pengiriman berkaitan erat dengan moda transportasi yang digunakan, setiap moda memiliki karakteristik dan cakupan yang berbeda sehingga penerapannya dapat disesuaikan dengan tujuan serta kebutuhan barang.
Berikut rute dan moda transportasi dari setiap layanan pengiriman barang.
Rute Pengiriman Jalur Darat
Jalur darat menggunakan kendaraan seperti mobil atau truk untuk menghubungkan lokasi pengirim, gudang, hub, hingga tujuan.
Moda transportasi ini umum digunakan untuk distribusi dalam kota, antarkota, maupun sebagai penghubung menuju pelabuhan dan bandara.
Rute Pengiriman Jalur Laut
Jalur laut digunakan untuk perjalanan antarpulau melalui pelabuhan, barang biasanya perlu dibawa terlebih dahulu menuju pelabuhan asal, kemudian diangkut menggunakan kapal dan diteruskan dari pelabuhan tujuan menuju lokasi penerima.
Rute Pengiriman Jalur Udara
Jalur udara menggunakan transportasi pesawat dan dapat menjadi pilihan ketika pengiriman membutuhkan kecepatan waktu sebagai prioritas utama.
Setelah tiba di bandara tujuan, barang tetap membutuhkan proses distribusi lanjutan menuju alamat penerima.
Rute Multimoda dan Transit
Multimoda merupakan penggunaan lebih dari satu moda transportasi dalam satu rangkaian pengiriman.
Contohnya, barang dijemput menggunakan kendaraan darat, dibawa menuju pelabuhan, dikirim melalui kapal, lalu diteruskan kembali dengan kendaraan darat hingga sampai ke penerima.
Hal yang Perlu Diperhatikan agar Alur dan Rute Pengiriman Ekspedisi Berjalan Lancar
Memahami proses saja belum cukup, kamu juga perlu menyiapkan beberapa hal agar barang dapat mengikuti jalur yang sesuai dan tidak mengalami kendala yang sebenarnya bisa dicegah.
Pastikan Data Alamat dan Kontak Sudah Lengkap
Alamat penerima perlu ditulis secara jelas dan dilengkapi dengan nomor kontak yang aktif, data yang kurang lengkap dapat menyulitkan proses pengantaran, terutama ketika lokasi penerima sulit ditemukan atau kurir membutuhkan konfirmasi tambahan.
Sesuaikan Kemasan dengan Jenis Barang
Kemasan perlu disesuaikan dengan jenis dan kondisi barang agar dapat melindunginya selama proses pemindahan dan perjalanan.
Barang yang mudah pecah atau membutuhkan perlakuan tertentu memerlukan perhatian lebih pada bagian pengemasan.
Perhatikan Berat, Ukuran, dan Karakteristik Barang
Informasi berat dan ukuran diperlukan untuk menentukan kebutuhan ruang serta penanganan barang selama proses pengiriman.
Data yang tepat dna jelas juga membantu jasa kirim menyesuaikan kendaraan dan proses distribusi dengan karakteristik muatan.
Pahami Kemungkinan Transit dan Perubahan Moda
Transit atau perpindahan moda tidak selalu menunjukkan adanya masalah pada pengiriman. Keduanya dapat menjadi bagian dari rute yang digunakan untuk menghubungkan lokasi asal dengan tujuan akhir, terutama pada pengiriman jarak jauh.
Gunakan Fitur Tracking untuk Memantau Perjalanan Barang
Fitur tracking secara online dapat digunakan untuk melihat perkembangan status pengiriman selama barang berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Dengan memantau status secara berkala, pengirim dapat mengetahui apakah barang masih dalam perjalanan, sudah berada di wilayah tujuan, atau telah masuk tahap pengantaran.
Baca Juga: 7 Pengiriman Paket yang Cepat Sampai ke Lokasi Tujuan
Kirim Barang dengan Alur yang Lebih Mudah Bersama Djatgo
Setelah memahami alur dan rute pengiriman ekspedisi, pemilihan jasa pengiriman menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Djatgo menyediakan pilihan pengiriman melalui jalur darat, laut, dan udara sehingga kebutuhan pengiriman dapat disesuaikan dengan tujuan serta karakteristik barang.
Proses alur mengirim barang dengan Djatgo dimulai dari konsultasi kebutuhan, penyampaian informasi barang dan alamat, penjemputan atau penyerahan barang, pengukuran di gudang, hingga penjadwalan pengiriman.
Setelah barang diberangkatkan, status pengiriman barang dapat kamu pantau melalui fitur Cek Resi di website resmi Djatgo.
Untuk mengetahui pilihan layanan dan rute yang sesuai dengan kebutuhan pengiriman, kamu dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim marketing Djatgo.
Hubungi tim Djatgo sekarang untuk menentukan layanan pengiriman yang tepat untuk kebutuhan pengiriman barangmu!
Baca juga: Ekspedisi Bekasi Samarinda
FAQ
Apa pengertian alur dan rute pengiriman ekspedisi?
Alur pengiriman merupakan rangkaian proses yang dilalui barang sejak diterima oleh ekspedisi hingga sampai kepada penerima.
Sementara itu, rute menunjukkan jalur dan titik yang dilewati barang selama perjalanan dari lokasi asal menuju tujuan.
Bagaimana alur dan rute pengiriman ekspedisi dari awal sampai akhir?
Secara umum, proses dimulai dari pemesanan dan penyerahan barang, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan, pencatatan, sortir, pengangkutan, transit jika diperlukan, sortir di wilayah tujuan, dan pengantaran hingga barang diterima oleh penerima.
Mengapa barang perlu transit selama perjalanan?
Transit dapat menjadi bagian dari sistem distribusi untuk memindahkan barang dari satu jalur atau moda transportasi ke jalur berikutnya.
Oleh karena itu, adanya status transit tidak selalu berarti pengiriman sedang mengalami masalah.
Apakah satu pengiriman bisa menggunakan lebih dari satu moda transportasi?
Bisa. Sebagai contoh, barang dapat dijemput menggunakan kendaraan darat, kemudian dikirim melalui kapal laut, lalu diteruskan kembali menggunakan kendaraan darat dari pelabuhan tujuan menuju alamat penerima.
Apakah transit membuat pengiriman menjadi lebih lama?
Transit dapat menambah tahapan dalam perjalanan, tetapi keberadaannya tidak selalu berarti keterlambatan.
Waktu pengiriman juga dipengaruhi oleh jarak, moda transportasi, jadwal keberangkatan, serta kondisi perjalanan.


