(021) 666 8888

CBM Adalah : Arti & Cara Menghitung CBM Dalam Ekspedisi

CBM adalah Cubic Meter yang berarti satuan ukur dalam sistem metrik untuk menentukan nilai volume dari suatu barang. 1 kubik meter ini memiliki nilai yang setara dengan volume sebuah kubus yang memiki panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter.

Kubik meter memiliki simbol yang telah di tetapkan pada Satuan Internasional (SI). Simbol ini sudah dimengerti oleh orang-orang di seleuruh dunia. Simbol kubik meter adalah m3.

Jangan salah dengan simbol m2 yang mengartikan meter persegi dan m berarti meter. Karena nilai dari masing-masing simbol sangat berbeda jauh dan begitupun dengan kegunaannya.

Satuan meter biasanya digunakan untuk mengukur panjang dari suatu benda. Satuan meter persegi (m2) biasa dipakai untuk mengukur luas suatu bentuk bidang. Sedangkan CBM atau meter kubik (m3) digunakan untuk mengukur volume suatu benda.

Arti CBM Adalah

Rumus CBM atau Meter Kubik

Ini adalah rumus CBM yang sudah diajarkan pada bangku sekolah. Dimana untuk mengetahui volume barang dengan satuan m3 menggunakan rumus dibawah ini:

(1 ) CBM = P x L x T

atau

(2) CBM = (P x L x T ) / 1.000.000

Keterangan:

P = Panjang
L = Lebar
T = Tinggi

Pada rumus pertama panjang, lebar, dan tinggi dalam sautan meter sedangkan rumus 2 panjang, lebar, dan tinggi dalam satuan sentimeter sehingga harus dibagi 1.000.000 agar bisa dikonversikan ke meter kubik.

gratis penjemputan
gratis penjemputan mobile version

Hubung Kami Segera!

Untuk pengiriman barang ke berbagai kota di Indonesia. 

Blog's Form
gratis penjemputan mobile version

Hubung Kami Segera!

Untuk pengiriman barang ke berbagai kota di Indonesia. 

Blog's Form

Contoh,

Bapak Sudarno memiliki barang dengan panjang 1 m, lebar 120 cm, dan tinggi 100 cm. Berapa CBM barang yang dimiliki oleh Bapak Sudarno?

Diketahui jika :

Panjang = 1 meter
Lebar = 120 cm konversikan ke meter = 1,2 meter
Tinggi = 100 cm konversikan ke meter = 1 meter

CBM = P x L x T
CBM = 1 x 1,2 x 1
CBM = 1,2 m3

Jadi nilai CBM yang dimiliki oleh Bapak Sudarno sebesar 1,2 m3

Apa Fungsi CBM?

CBM memiliki fungsi yang berguna dalam beberapa bidang, terutama dalam konteks untuk mengukur volume. Ketahuilah beberapa fungsi CBM dibawah ini, simak baik-baik!

1. Konstruksi

Dalam sektor industri, CBM digunakan untuk mengukur volume bahan-bahan bangunan seperti beton, pasair, kerikil, kayu, dan sebagainya. Dengan perhitungan CBM memungkinkan pembangunan konstruksi menjadi terukur dan tidak membuang bahan-bahan bangunan. Sehingga menekan biaya project yang akan dijalankan.

2. Warehouse

CBM memiliki peran penting dalam perencanaan penyimpanan barang di gudang atau fasilitas penyimpanan lainnya. Dengan mengetahui volume barang yang akan disimpan dalam satuan CBM, dapat ditentukan berapa banyak ruang yang dibutuhkan dan bagaimana mengatur barang secara efisien untuk memaksimalkan kapasitas penyimpanan.

3. Transportasi

Pada bidang transportasi, CBM dapat diperuntukan untuk memperkirakan volume muatan yang dapat diangkut oleh kendaraan. Contohnya yaitu memperkirakan volume muatan truk, kapal, dan juga pesawat terbang. Dengan begitu dapat mengetahui kapasitas muatan barang.

4. Logistik

Dalam bidang logistik, penggunaan meter kubik dapat digunakn untuk mengukur volume barang dari pengirim. Dari meter kubik, jasa logistik akan mendapatkan estimasi biaya pengiriman. Namun ada juga yang menghitung berat aktual dan volume barang untuk mendapatkan biaya pengiriman.

Pengertian Kubikasi dalam Konsep Ekspedisi Cargo di djatGO

Pada ekspedisi kubikasi memiliki arti sebagai konsep hitung biaya berdasarkan volume barang dalam ekspedisi pengiriman. Nantinya kubikasi akan dikonversikan menjadi berat barang dan mendapatkan nilai biaya kiriman.

Dalam ekspedisi terdapat beberapa jenis jalur pengiriman barang yakni laut, darat, dan udara. Rumus perhitungan volume barang sedikit berbeda dalam pembagiannya, berikut ini adalah rumus berat volume barang.

Rumus 

  • Cargo Darat = (P x L x T)/4.000
  • Cargo Laut = (P x L x T)/4.000
  • Cargo Udara = (P x L x T)/6.000

cbm adalah

Dari rumus tersebut akan diketahui berat barang dan kemudian akan dibandingkan dengan berat aktual barang. Berat aktual adalah berat asli barang yang diukur menggunakan timbangan  dengan satuan kilogram.

Jika berat aktual lebih berat dibandingkan volume, maka yang akan dikalikan dengan perkilo adalah berat aktual.

Baca Juga : Pengiriman Paket Tercepat 1 Hari

Namun jika volume barang lebih berat dibandingkan dengan berat aktual, maka yang dikalikan dengan harga perkilo adalah volume. Untuk lebih jelas lagi mengenai penggunaan rumus tersebut perhatian contoh dibawah ini!

Perhitungan CBM dan Berat Volume Pada Ekspedisi Darat

Jalur pengiriman darat sangat populer digunakan oleh individu maupun korporasi. Dari sisi efesiensi waktu jauh lebih baik ketimbang laut dan dapat menjangkau kota-kota kecil di Indonesia. Transportasi yang digunakan untuk mengirim barang ini adalah truk atau juga trailer.

Jika mengirim barang dengan jalur darat, terdapat perhitungan volume barang dan menimbang berat barang. Nantinya akan dilihat antara volume barang dan berat aktual mana yang lebih tinggi.

Jasa ekspedisi akan mengenakan berat tertinggi yang dikalikan dengan harga kirim perkilo. Berikut ini adalah contoh pengiriman yang dilakukan oleh Bu Sulis.

Contoh

Bu Sulis ingin mengirim barang menggunakan djatGO yang sebelumnya sudah komunikasi dengan tim marketing untuk dikirim dari Jakarta ke Medan. Ongkos kirim barang rute ekspedisi Jakarta Medan di djatGO adalah Rp 3.000/kg. Barang milik Bu Sulis memiliki panjang 50 cm, lebar 30 cm, tinggi 40 cm, dan berat aktualnya adalah 60 Kg.

Setelah barang dijemput secara gratis oleh driver djatGO barang akan dimasukan gudang. Barang Bu Sulis ditimbang dan dihitung berdasarkan volume. Cara perhitungannya seperti dibawah ini:

Diketahui barang Bu Sulis;

P = 100 cm
L = 50 cm
T = 40 cm
Berat aktual : 60 kg
Ongkir = Rp 3.000/kg

CBM = (P x L x T) / 1.000.000
CBM = (100 x 50 x 40) / 1.000.000
CBM = 0,2 m3

Volume Cargo Darat = (P x L x T) / 4.000
Volume Cargo Darat = (100 x 50 x 40) / 4.000
Volume Cargo Darat = (200.000) / 4.000
Volume Cargo Darat = 50 kg

Karena berat barang aktual (60 kg) lebih berat dan volume barang (50 kg). Maka yang dipakai adalah berat barang aktual. Sehingga didapatkan harga ongkos kirim Bu Sulis adalah : 60 kg x Rp 3.000/kg = Rp 180.000

Jadi Bu Sulis akan membayar ongkos kirim pengiriman barang di djatGO sebesar Rp 180.000. Jika Bu Sulis ingin lebih aman lagi untuk mengirim barang, bisa menggunakan layanan asuransi yang tersedia di djatGO.

Perhitungan CBM dan Berat Volume Pada Ekspedisi Laut

Salah satu jalur pengiriman barang yang dapat mengirimkan barang dengan ongkos kirim yang jauh lebih murah dari jalur darat. Pengiriman barang ini menggunakan kapal laut sebagai transportasinya.

Namun dalam pengiriman barang menggunakan jalur laut, estimasi waktu sampainya lebih lama. Karena ada banyak faktor yang menyebabkan estimasi waktunya begitu panjang salah satunya adalah faktor cuaca yang menyebabkan gelombang laut tidak bersahabat.

Walaupun estimasinya sedikit lebih lama, tapi ada banyak perusahaan yang mau mengirim barang menggunakan jalur laut karena sangat murah dari jalur pengiriman lainnya. Maka dari itu jalur pengiriman ini tetap masih menjadi pilihan terbaik dan ekonomis.

Untuk perhitungan volume barang pada jalur laut sama seperti darat. Berikut ini adalah salah satu contoh perhitungannya.

Contoh

Pak Aden ingin mengirim barang melalui jalur laut di djatGO rute ekspedisi Jakarta Pontianak dengan contoh ongkos kirim 3.800/kg. Barang Pak Aden memiliki panjang 200 cm, lebar 150 cm, tinggi 400 cm, dan berat aktual barang yaitu 200 kg.

Setelah Pak Aden berkomunikasi dengan marketing djatGO, barangnya langsung dijemput oleh driver secara gratis. Kemudian barang Pak Aden akan ditimbang dan dihitung volumenya.  Cara perhitungannya dibawah ini:

Diketahui barang Pak Aden;

P = 200 cm
L = 150 cm
T = 40 cm
Berat aktual : 200 kg
Ongkir = Rp 3.800/kg

CBM = (P x L x T) / 1.000.000
CBM = (200 x 150 x 40) / 1.000.000
CBM = 1,2 m3

Volume Cargo Laut = (P x L x T) / 4.000
Volume Cargo Laut = (200 x 150 x 40) / 4.000
Volume Cargo Laut = (1.200.000) / 4.000
Volume Cargo Laut = 300 kg

Karena volume barang lebih tinggi dari berat aktual, maka yang dipakai adalah berat volume. Kemudian berat tersebut akan dikalikan dengan ongkos kirim rute ekspedisi Jakarta Pontianak (Rp 3.800).

Jadi Pak Aden akan membayar ongkos kirim pengiriman barang di djatGO sebesar Rp 1.140.000. Jika Pak Aden ingin lebih aman lagi untuk mengirim barang, bisa menggunakan layanan asuransi yang tersedia di djatGO.

Perhitungan CBM dan Berat Volume Pada Ekspedisi Udara

Transportasi yang memiliki waktu tercepat saat ini adalah menggunakan pesawat. Pesawat dapat digunakan untuk mengangkut penumpang dan juga barang. Pengiriman barang menggunakan pesawat sangat direkomendasikan untuk meraka yang ingin sampai dengan cepat.

Karena rata-rata pengiriman barang melalui jalur udara memiliki estimasi pengiriman yaitu 1 hari sampai. Jasa ekspedisi seperti djatGO mampu mengirimkan barang dengan cepat 1 hari sampai menggunakan jalur pengiriman udara.

Selain tentang estimasi pengiriman dari sisi keamanan barang tentunya jauh lebih baik ketimbang jalur pengiriman lainnya. Ada ketentuan khusus agar barang bisa dikirim menggunakan pesawat cargo salah satunya adalah barang yang tidak mudah terbakar.

Untuk perhitungan barang menggunakan jalur udara, terdepat perbedaan. Berikut ini adalah rumus perhitungan volume barang pada jalur udara, simak baik-baik!

Contoh

Mas Kukuh ingin mengirim barang melalui jalur laut di djatGO rute ekspedisi Jakarta Batam dengan ongkos kirim Rp 32.000/kg. Barang Pak Aden memiliki panjang 50 cm, lebar 50 cm, tinggi 60 cm, dan berat aktual barang yaitu 20 kg.

Setelah Pak Aden berkomunikasi dengan marketing djatGO, barangnya langsung dijemput oleh driver secara gratis. Kemudian barang Pak Aden akan ditimbang dan dihitung volumenya.  Cara perhitungannya dibawah ini:

Diketahui barang Pak Aden;

P = 50 cm
L = 50 cm
T = 60 cm
Berat aktual : 20 kg
Ongkir = Rp 32.000/kg

CBM = (P x L x T) / 1.000.000
CBM = (50 x 50 x 60) / 1.000.000
CBM = 0,15 m3

Volume Cargo Laut = (P x L x T) / 6.000
Volume Cargo Laut = (50 x 50 x 60) / 6.000
Volume Cargo Laut = (150.000) / 6.000
Volume Cargo Laut = 25 kg

Karena volume barang (25 kg) lebih tinggi dari berat aktual (20 kg), maka yang dipakai adalah berat volume. Kemudian berat tersebut akan dikalikan dengan ongkos kirim rute ekspedisi Jakarta Batam. Sehingga di dapatkan ongkos kirim barangnya : 25 x 32.000 = Rp 800.000.

Jadi Mas Kukuh akan membayar ongkos kirim untuk rute ekspedisi Jakarta Batam dengan jalur udara sebesar Rp 800.000.

Penggunaan kubikasi barang dalam ekspedisi sangat penting. Maka dari itu pengirim barang juga harus mengetahui secara benar mengenai perhitungannya. Sehingga jika terjadi situasi dimana berat yang dikenakan oleh pihak ekspedisi lebih dari berat aktualnya, kamu memahami konsep perhitungannya.

Jika lebih baik lagi apabila kamu menghitung terlebih dahulu kubikasi dalam centimeter dan gunakan rumus berdasarkan jalur pengiriman. Jadi kamu akan bisa mengetahui kisaran ongkos kirim yang akan kamu bayarka ke jasa ekspedisi.

Ingat tetap selalu menggunakan jasa ekspedisi terpercaya seperti djatGO yang menawarkan banyak keuntungan seperti:

Gratis Jemput Barang

djatGO memiliki layanan gratis jemput barang untuk area JABODDETABEK. Kamu cukup mengisi data secara lengkap di  form gratis yang bisa diakses melalui www.djatgo.id

Terdapat Jasa Packing

Jika kamu tidak memiliki waktu untuk packing barang dan takut barang rusak. Bisa menggunakan jasa packing djatGO, yang dapat membantu kamu untuk packing barang.

djatGO memiliki berbagai jenis bahan packing mulai dari kayu, plastik, kardus, dan lain sebagainya.

Barang Tercover Asuransi

Hindari kerugian selama pengiriman barang dengan cara menggunakan asuransi pengangkutan. Tidak perlu repot untuk mencari asuransi tersebut, karena djatGO sudah bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk dapat melindungi barang kamu. Premi rendah yaitu 0,2% dari nilai pertanggungan.

Jalur Pengiriman Lengkap

djatGO memiliki 3 jalur pengiriman barang yaitu darat, laut. dan udara. Kamu dapat menyesuaikan baik itu dari sisi biaya. estimasi waktu, dan juga keamanan.

Jika bingung untuk menggunakan jalur pengiriman seperti apa, bisa konsultasikan kepada tim marketing djatGO. Mareka akan membantu kebutuhan pengiriman kamu seperti apa.

Terbukti Murah

djatGO terbukti memberikan ongkos kirim termurah tanpa ada gimmick dibelakangnya. Jika kamu menigiriman barang berton-ton kemungkinan mendapatkan harga diskon lagi. Segera hubungi tim marketing djatGO agar dapat mengirim barang kamu dengan cepat bersama djatGO.

Hitung CBM Pakai Kalkulator

Kamu bisa menggunakan kalkulator dibawha ini untuk menghitung kubikasi dan juga volume pengiriman barang. Silahkan masukan berdasarkan angka barang yang kamu miliki.

Panjang (cm)
Lebar (cm)
Tinggi (cm)
 
Kubikasi (m3)
Volume Darat dan Laut (kg)
Volume Udara (kg)

Jika Anda suka dengan artikel ini , Share  ya !

Artikel Terkait Lainnya