Perbedaan First Mile, Middle Mile, dan Last Mile dalam Pengiriman Barang – Perjalanan barang dari pengirim hingga sampai ke penerima tidak hanya melalui satu perjalanan secara langsung.
Dalam distribusi, barang dapat melewati beberapa lokasi, seperti gudang, pusat distribusi, atau hub sebelum mencapai tujuan akhir.
Proses tersebut biasanya dibagi menjadi tiga tahapan, yakni first mile, middle mile, dan last mile.
Ketiganya memiliki tahapan yang berbeda dalam proses pengiriman barang, mulai dari titik asal, perpindahan antar lokasi, hingga pengantaran barang sampai ke penerima.
Memahami setiap tahapan tersebut dapat membantu kamu mengetahui posisi barang dan proses selama pengiriman.
Melalui artikel ini, Djatgo akan membahas mengenai pengertian, perbedaan, serta hal yang perlu kamu ketahui mengenai first mile, middle mile, dan last mile dalam proses pengiriman barang.
Mengenal First Mile, Middle Mile, dan Last Mile dalam Pengiriman Barang
Sebelum membahas perbedaan antara first mile, middle mile, dan last mile, kamu perlu memahami fungsi masing-masing tahapan dalam perjalanan barang. Meskipun saling berkaitan, setiap tahapan memiliki titik awal, tujuan, dan kegiatan yang berbeda-beda.
Pengertian First Mile dalam Pengiriman Barang
First mile merupakan tahap awal ketika barang mulai masuk dalam proses distribusi melalui jasa ekspedisi yang setelah itu, barang akan dibawa menuju gudang atau hub berikutnya.
Dalam distribusi, first mile dapat mencakup beberapa kegiatan pengiriman barang, seperti pengambilan barang, pemeriksaan, pengemasan, pengecekan dokumen pengiriman, hingga pemuatan barang ke armada.
Setelah segala persiapan telah dilakukan, barang akan dikirim menuju lokasi distribusi selanjutnya untuk melanjutkan proses pengiriman.
Pengertian Middle Mile
Middle mile merupakan tahapan pengiriman ketika barang berpindah dari satu lokasi distribusi menuju lokasi lainnya.
Misalnya, barang dari gudang pusat dikirim ke gudang regional atau pusat distribusi yang lokasinya lebih dekat dengan wilayah penerima.
Pada tahapan ini, barang dapat melalui proses transit, penyortiran, pengelompokan berdasarkan tujuan, dan perpindahan kendaraan sebelum diteruskan ke tahap berikutnya.
Karena berfungsi menghubungkan jaringan distribusi, middle mile menjadi salah satu bagian penting agar barang dapat bergerak dari pusat distribusi menuju wilayah yang lebih dekat dengan penerima.
Baca Juga: Perbedaan Loading dan Unloading Barang pada Ekspedisi
Pengertian Last Mile hingga Barang Diterima
Last mile adalah tahapan terakhir dalam perjalanan barang, yaitu ketika barang bergerak dari gudang, pusat distribusi, atau hub terakhir menuju alamat penerima.
Berbeda dengan tahap sebelumnya yang banyak melibatkan perpindahan antarwilayah atau antarfasilitas, last mile lebih berfokus pada pengantaran langsung ke penerima.
Kondisi jalan, alamat tujuan, jumlah titik pengantaran, dan kebutuhan penerima dapat memengaruhi proses pada tahap ini.
Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang First Mile, Middle Mile, dan Last Mile
Istilah first mile, middle mile, dan last mile tidak selalu menunjukkan jarak secara harfiah. Kata mile lebih menggambarkan posisi suatu tahap dalam perjalanan barang.
Bahkan, last mile dapat menempuh jarak lebih dari satu mil selama barang masih berada pada tahap pengantaran terakhir menuju penerima.
Selain itu, tidak semua pengiriman memiliki pola yang sama persis. Jalur distribusi dapat berbeda bergantung pada jenis barang, jaringan gudang, tujuan pengiriman, dan sistem distribusi yang digunakan.
Oleh karena itu, satu kiriman dapat melewati beberapa titik transit, sedangkan pengiriman lainnya dapat menggunakan jalur yang lebih langsung.
Apa Perbedaan First Mile, Middle Mile, dan Last Mile?
Setelah memahami pengertiannya, first mile, middle mile, dan last mile memiliki perbedaan berdasarkan posisi barang, kegiatan yang dilakukan, serta tantangan yang dapat muncul selama perjalanan.
First mile menjadi tahap awal ketika barang bergerak dari lokasi pengirim menuju gudang atau lokasi distribusi selanjutnya.
Selanjutnya, middle mile menghubungkan satu lokasi distribusi dengan lokasi lainnya agar barang semakin dekat dengan wilayah tujuan.
Setelah tiba di titik distribusi terakhir, barang masuk ke tahap last mile untuk diantarkan menuju alamat penerima.
Sederhananya, perjalanannya dapat berupa pengirim, lalu menuju gudang atau hub, kemudian ke wilayah tujuan, dan terakhir ke penerima.
Jumlah titik yang dilewati dapat berbeda karena bergantung pada rute dan jaringan distribusi yang digunakan.
Setiap tahap juga memiliki tantangan tersendiri, first mile berkaitan dengan pengumpulan dan kesiapan barang, middle mile dengan perpindahan, sortir, serta jadwal transportasi, sedangkan last mile lebih dipengaruhi oleh kondisi jalan, akses lokasi, dan ketepatan alamat penerima.
Namun, tidak semua pengiriman melewati ketiga tahap tersebut dengan pola yang sama. Barang dapat melalui beberapa gudang atau hub, tetapi bisa juga menggunakan jalur yang lebih langsung.
Jadi, first mile, middle mile, dan last mile merupakan pembagian fungsi dalam perjalanan barang, bukan tiga rute yang wajib dilalui setiap kiriman.
Baca Juga: Perbedaan & Pengertian 2PL, 3PL, dan 4PL dalam Logistik
Bagaimana First Mile, Middle Mile, dan Last Mile Saling Terhubung?
First mile, middle mile, dan last mile merupakan tahapan yang saling berkaitan dalam perjalanan barang.
Proses pada tahap awal akan menentukan bagaimana barang dapat melanjutkan perjalanan hingga sampai ke penerima.
Pada first mile, barang dikumpulkan dan disiapkan sebelum masuk ke proses distribusi. Alamat, label, jumlah barang, dan dokumen perlu diperiksa agar proses pengiriman dapat berjalan sesuai rencana.
Setelah itu, barang masuk ke middle mile, yaitu tahap perpindahan dari satu lokasi distribusi ke lokasi lainnya.
Pada tahap ini, barang dapat melalui proses penyortiran, transit, atau pergantian kendaraan sebelum mendekati wilayah tujuan.
Setelah berada di lokasi layanan distribusi terakhir, barang memasuki last mile. Barang kemudian dibawa menuju alamat penerima dengan mempertimbangkan rute dan kondisi di lapangan.
Tahap ini menjadi penyelesaian dari seluruh perjalanan karena barang tidak lagi dipindahkan ke fasilitas lain, melainkan diantarkan ke tujuan akhir.
Dengan begitu, ketiga tahap tersebut dapat dipahami sebagai satu rangkaian. First mile memulai perjalanan, middle mile menghubungkan antarwilayah atau layanan distribusi, sedangkan last mile menyelesaikan pengiriman hingga barang diterima.
Baca juga: Ekspedisi Bekasi surabaya
FAQ
Apa yang dimaksud dengan first mile, middle mile, dan last mile?
Ketiganya merupakan pembagian tahapan dalam perjalanan barang. First mile adalah tahap awal dari lokasi asal menuju fasilitas distribusi, middle mile merupakan perpindahan antarfasilitas distribusi, sedangkan last mile adalah pengantaran dari titik distribusi terakhir menuju penerima.
Apa contoh first mile dalam pengiriman barang?
Contohnya adalah ketika barang dari produsen atau pemasok dikumpulkan dan dibawa menuju gudang atau pusat distribusi.
Pada tahap ini, barang dapat melalui proses pemeriksaan, pengemasan, pencatatan, dan pemuatan sebelum diberangkatkan.
Apa yang terjadi pada tahap middle mile?
Barang biasanya berpindah dari gudang atau pusat distribusi menuju fasilitas lainnya yang lebih dekat dengan wilayah tujuan.
Prosesnya dapat meliputi transit, penyortiran, pengelompokan, dan perpindahan kendaraan.
Mengapa barang perlu melewati gudang atau hub sebelum sampai ke penerima?
Gudang dan hub digunakan untuk menerima, menyortir, mengelompokkan, serta meneruskan barang sesuai tujuan.
Proses tersebut membantu pengiriman dari berbagai lokasi dapat diatur berdasarkan wilayah dan rute yang tersedia.
Bagaimana cara mengetahui barang sudah masuk tahap last mile?
Status pengiriman dapat menjadi petunjuk bahwa barang sudah mendekati penerima.
Jika kiriman tercatat berada di hub atau fasilitas distribusi terakhir dan kemudian dibawa oleh kurir menuju alamat tujuan, barang umumnya sudah memasuki tahap pengantaran akhir.

