Slup-slupan Tradisi Selamatan Pindah Rumah Adat Jawa – Tahukah kamu apa itu slup-slupan? Slup-slupan merupakan salah satu tradisi selamatan pindah rumah adat Jawa yang sering dilakukan ketika kamu ingin menempati tempat tinggal baru.
Dalam kepercayaan Jawa pindah rumah menjadi hal sakral yang perlu diperhatikan dengan khusus, salah satunya yaitu menggelar tradisi slup-slupan.
Biasanya pemilik rumah baru harus mengadakan slup-slupan agar terhindar dari kerugian yang mungkin saja akan didapatkan ketika menempati rumah baru.
Artikel ini akan membahas apa itu slup-slupan dan makna filosofisnya, untuk mengetahui lebih lengkapnya mari baca pembahasan berikut ini.
Sedang Membahas Tentang
ToggleApa Itu Slup-slupan dalam Tradisi Jawa?
Slup-slupan merupakan salah satu tradisi Jawa yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat pada Tuhan karena akan menempati tempat tinggal baru.
Tradisi ini dianggap sebagai awal dan harapan baru agar penghuni rumah selalu mendapatkan keselamatan selama hidup di lingkungan baru.
Tradisi ini biasanya dianggap sebagai salah satu syarat pindah rumah menurut adat Jawa yang perlu dilakukan oleh penghuni yang pindahan di tempat tinggal baru.
Maka dari itu, penghuni rumah perlu mengadakan selamatan yang didatangi beberapa kerabat seperti warga desa maupun keluarga besar.
Tujuan Slup-slupan untuk Selamatan Pindah Rumah
Diadakannya slup-slupan sebagai salah satu tradisi selamatan pindah rumah adat Jawa yaitu sebagai bentuk rasa syukur pemilik rumah atas apa yang telah didapatkannya.
Tradisi ini biasanya akan dilaksanakan ketika seseorang akan menempati tempat tinggal yang baru saja dibangun atau dibelinya.
Beberapa wilayah di Jawa menganggap jika pindahan ke rumah baru merupakan hal yang sakral. Sebagai penanda awal agar pemilik rumah diberikan keselamatan, maka pemilik rumah diharuskan mengadakan tradisi slup-slupan.
Makna Filosofis Slup-slupan Selamatan Pindah Rumah
Setiap prosesi dalam tradisi slup-slupan memiliki makna filosofis di dalamnya. Tradisi slup-slupan sendiri memiliki makna agar tempat tinggal baru memiliki suasana yang lebih adem dan tenteram.
Sedangkan sapu lidi yang digunakan untuk menyapu memiliki makna membuang semua kotoran, baik itu kotoran fisik maupun psikis.
Lampu minyak yang juga digunakan memiliki arti agar pemilik rumah mendapatkan pencerahan dalam hidupnya nanti.
Selain itu prosesi pemasangan kelapa, padi, dan tebu memiliki makna agar pemilik rumah mendapatkan hidup yang baik dan terjamin kebahagiaannya.
Baca Juga : 100 Ucapan Terima Kasih Untuk Perpisahan Teman ke Luar Kota
Lalu pada bagian pemasangan bendera merah putih di tengah atas rumah, hal tersebut memiliki arti nasionalisme. Dikarenakan pada zaman dahulu pengibaran bendera masih sangat sulit, sehingga orang tua memasang bendera bersama ubarampe agar tidak dicurigai.
Adanya tradisi slup-slupan bukan hanya mengajarkan syukur ataupun nikmat berupa tempat tinggal. Namun pemilik rumah juga akan mendapatkan keselamatan dan dijauhkan dari segala masalah.
Selain makna mengenai perhubungan adat, slup-slupan juga memiliki nilai nasionalisme yang harus selalu dijaga oleh masyarakat saat ini.
Apakah Pindah Rumah Harus Melakukan Selamatan?
Dalam kebudayaan Jawa, pindah rumah bukan hanya sekedar kegiatan biasa saja. Namun kegiatan yang berhubungan dengan beberapa ritual maupun tradisi yang harus dilakukan agar tetap selamat saat menempati rumah baru.
Salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Suku Jawa yaitu tradisi selamatan atau syukuran.
Selamatan pindah rumah adat Jawa menunjukkan jika kamu merasa bersyukur atas nikmat yang telah didapatkan. Selain itu, dengan selamatan kamu juga memohon berkah dan juga perlindungan bagi lingkungan baru kamu.
Umumnya selamatan akan dipimpin oleh tetua maupun tokoh masyarakat yang dihormati untuk memimpin serangkaian acara. Acara selamatan biasanya dilakukan dengan pengajian singkat dan juga pembacaan doa bersama dari para masyarakat yang datang.
Selain itu, umumnya terdapat menu selamatan pindahan rumah adat Jawa yang biasa dihidangkan untuk para tamu yang datang. Hidangan yang biasanya dihidangkan yaitu nasi tumpeng ataupun bubur merah putih.
Kedua hidangan tersebut dipercaya oleh masyarakat Suku Jawa sebagai tanda kebahagiaan dan juga harapan akan kehidupan yang bahagia.
Dengan mengadakan selamatan pindah rumah adat Jawa, penghuni baru akan mendapatkan keberkahan, ketentraman, dan juga perlindungan.
Selain itu, selamatan juga menjadi kegiatan yang dapat mempererat hubungan penghuni baru dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut tentunya memiliki tujuan menciptakan lingkungan yang saling gotong royong dan juga harmonis.
Rangkaian Prosesi Slup-slupan dalam Selamatan Pindah Rumah
Tradisi slup-slupan akan diawali dengan satu orang yang memegang sapu lidi untuk menyapu. Sementara itu, ada orang lainnya yang memegang lampu minyak dan juga tempat air. Setelah itu, kedua orang tersebut akan berdoa di depan rumah bersama-sama.
Lalu nantinya acara dilanjutkan dengan kedua orang tersebut berkeliling rumah sembari menyapu dan juga menyirami rumah dengan air yang disiapkannya. Kedua kegiatan tersebut tentunya memiliki makna agar penghuni baru merasa nyaman dan tenteram.
Pada tradisi slup-slupan, pemilik rumah juga diharuskan untuk memasang beberapa bahan seperti padi, tebu, dan juga kelapa di bagian tengah atap rumah.
Pemasangan ketiga bahan tersebut dipercaya agar pemilik rumah akan selalu mendapatkan kehidupan yang baik dan juga layak.
Baca Juga : Uniknya Tradisi Pindah Rumah Suku Bugis yang Wajib Dijaga
Lalu nantinya pemilik rumah juga akan memasang bendera merah putih di bagian tengah atas rumah. Sebenarnya hal tersebut berkaitan dengan sejarah karena pada masa penjajahan bendera merah putih sangat ketat untuk bisa dikibarkan.
Maka dari itu, orang zaman dahulu akan memasang bendera bersamaan dengan beberapa bahan makanan agar tidak dicurigai oleh penjajah.
Sebelumnya, tradisi ini dilakukan dengan menggunakan kembang setaman yang dikombinasikan dengan kemenyan sebagai pelengkap ubarampe.
Namun saat ini penggunaan kemenyan dalam tradisi slup-slupan sudah ditiadakan. Selain itu, pelaksanaan ritual ini harus disesuaikan dengan hari baik sesuai penanggalan Jawa.
Pindah rumah memang menjadi kegiatan besar yang membutuhkan persiapan matang, baik itu ketika memindahkan barang ataupun membersihkan tempat tinggal baru.
Jika kamu ingin pindah rumah ke Jawa, tentunya kamu perlu memilih jasa ekspedisi yang akan membantu mengirimkan barang ke tempat tinggal baru kamu.
Kamu dapat memilih Djatgo sebagai jasa ekspedisi profesional yang akan membantu proses pindahan rumah. Djatgo adalah jasa cargo berpengalaman yang telah mengirimkan banyak barang pindahan ke berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di wilayah Jawa.
Dengan Djatgo, kamu juga akan mendapatkan beberapa layanan seperti door to door, jasa packing, gratis jemput, asuransi, tracking online, dan layanan lainnya yang dapat mempermudah kebutuhan pengiriman kamu.
Bersama Djatgo, pengiriman barang pindahan kamu ke wilayah Jawa dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan apapun.
FAQ
Apa tujuan dari tradisi selamatan dalam budaya Jawa?
Diadakannya selamatan pindah rumah adat Jawa yaitu sebagai bentuk rasa syukur pemilik rumah atas apa yang telah didapatkannya.
Apa itu slup slupan?
Slup-slupan merupakan salah satu tradisi Jawa yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat pada Tuhan karena akan menempati tempat tinggal baru.
Kenapa rumah baru harus di selamatan?
Sebagai rasa syukur serta berdoa untuk mendapatkan harapan baru agar penghuni rumah selalu mendapatkan keselamatan selama hidup di lingkungan baru.
Siapa yang biasanya memimpin upacara slametan dalam tradisi Jawa?
Umumnya selamatan akan dipimpin oleh tetua maupun tokoh masyarakat yang dihormati untuk memimpin serangkaian acara.

