Uniknya Tradisi Pindah Rumah Suku Bugis yang Wajib Dijaga – Biasanya pindahan rumah dilakukan dengan cara memindahkan banyak barang ke tempat tinggal baru.
Namun, ada satu tradisi pindah rumah Suku Bugis yang terlihat unik karena kegiatan pindahannya yang tidak biasa.
Mereka bukan memindahkan barang ke rumah baru, tapi memindahkan bangunan rumahnya ke wilayah baru.
Tradisi ini disebut dengan nama Marakka Bola yang dianggap menjadi tradisi unik dan perlu dilestarikan hingga saat ini.
Keunikan tradisi ini bukan hanya pada kegiatan pindahannya saja, namun juga semangat gotong royong pada masyarakat Suku Bugis. Agar kamu dapat mengetahui pembahasan lengkapnya, mari simak bacaan di bawah ini:
Sedang Membahas Tentang
ToggleAsal Usul Tradisi Marakka Bola
Marakka Bola berasal dari bahasa Bugis yang berarti ‘Marakka’ yaitu mengangkat, serta ‘Bola’ yang memiliki arti rumah.
Sejak dulu, tradisi ini sudah ada di tengah-tengah Suku Bugis. Apalagi Suku Bugis memiliki rumah tradisional dengan bentuk seperti panggung dan berbahan kayu.
Hal inilah yang memudahkan masyarakat untuk melakukan pemindahan rumah ke wilayah lain.
Jika pemilik ingin melakukan pindah rumah, mereka dapat membawa rumah tersebut dengan bantuan masyarakat sekitar secara gotong royong. Tradisi ini dapat dilakukan saat rumah dijual ataupun dipindahkan ke wilayah baru.
Namun, pelaksanaan tradisi ini cukup terbatas karena tidak dapat dilakukan jika lokasi baru terlalu jauh atau dekat, dan juga jika tidak ada jalur yang memadai ketika proses pengangkatan rumah dilakukan.
Menurut Suku Bugis, rumah merupakan Ibu Pertiwi yang harus dijaga. Tidak heran jika arti pindah rumah berarti memindahkan semua hal tentang rumah dan bangunannya.
Hal ini juga berlaku jika si pemilik menjual rumah tanpa tanahnya, rumah akan dipindahkan ke lokasi pembeli dan tanahnya pun tetap menjadi milik si penjual.
Sampai saat ini, tradisi Marakka Bola masih dijaga dan mencerminkan semangat gotong royong yang penting dalam kehidupan sosial masyarakat Suku Bugis.
Bahkan tradisi ini telah diakui sebagai Warisan Tak Benda Provinsi Sulawesi Selatan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021.
Baca Juga : Sewa Truk Pindahan Rumah Antar Kota Lebih Murah
Proses Tradisi Marakka Bola
Proses melakukan tradisi Marakka Bola tentunya tidak dapat dilakukan tanpa adanya persiapan apapun. Hal ini dikarenakan pelaksanaan tradisi ini melibatkan banyak pihak dan juga demi kenyamanan bersama.
Sebelum Marakka Bola dilakukan, pemilik rumah wajib untuk memastikan tempat pemindahannya dan melakukan musyawarah dengan perangkat desa maupun pemerintahan setempat.
Setelah semua pihak telah sepakat, selanjutnya akan ditentukan waktu pindahan dan mempersiapkan peralatan yang mungkin saja dibutuhkan seperti tali, bambu, kawat, gergaji, dan beberapa alat lainnya.
Biasanya melakukan Marakka Bola diumumkan di masjid dan dilakukan setelah sholat Jumat. Hal ini dipercaya jika Jumat menjadi hari baik oleh Suku Bugis.
Setelah semua pihak telah berkumpul, masyarakat laki-laki langsung menyiapkan terlebih dahulu rumah yang akan diangkat agar tidak rusak karena adanya guncangan.
Jika semua telah siap dilakukan, maka tokoh agama akan memimpin untuk berdoa agar proses ini berjalan dengan lancar.
Cara memindahkan rumah ke lokasi baru sesuai dengan jarak perpindahannya. Jika tidak terlalu jauh, rumah akan dipindahkan dengan cara didorong perlahan ke arah yang diinginkan.
Baik itu ke arah depan, belakang, maupun samping dengan menggunakan beberapa batang kayu kuat yang berfungsi sebagai roda.
Sedangkan jika rumah harus dipindahkan dalam jarak yang cukup jauh, maka masyarakat Suku Bugis akan menggunakan metode diangkat.
Metode ini menggunakan beberapa bambu panjang setinggi 1,7 meter yang dipasang pada bagian tiang-tiang rumah sebagai penopang dan juga pegangan.
Sementara pihak perempuan bertugas menyiapkan makanan dibantu dengan masyarakat setempat untuk nantinya diberikan setelah proses Marakka Bola selesai.
Hal ini bertujuan sebagai bentuk syukur yang biasanya diikuti dengan pembacaan Barzanji atau sebuah pujian dan lantunan doa kepada Nabi Muhammad SAW untuk memohon keberkahan serta keselamatan bagi si pemilik rumah.
Baca Juga : Cara Menghitung Biaya Pindahan Rumah ke Luar Kota
Nilai Luhur Tradisi Pindah Rumah Suku Bugis
Tradisi pindah rumah suku Bugis memiliki banyak nilai yang dapat kamu pelajari untuk kehidupan sehari-hari. Berikut nilai-nilai luhur yang ada pada tradisi pindahan rumah suku Bugis:
Nilai Kebersamaan
Tradisi Marakka Bola menunjukkan betapa kuatnya solidaritas serta ikatan sosial antara masyarakat Suku Bugis.
Mereka saling membantu dan bekerja sama untuk memindahkan rumah dengan cara yang unik dan luar biasa.
Ditambah mereka tidak meminta imbalan apapun, kecuali makanan dan minuman yang sebelumnya sudah disediakan oleh si pemilik rumah.
Nilai Kearifan Lokal
Dengan tradisi Marakka Bola ini, masyarakat Suku Bugis menunjukkan kecerdasan dalam memanfaatkan sumber daya alam dan teknologi yang sudah ada.
Mereka mampu untuk memindahkan rumah dengan beberapa alat sederhana tanpa merusak struktur rumah.
Selain itu, mereka juga memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan untuk memindahkan rumah dengan aman.
Nilai Pelestarian Budaya
Adanya tradisi Marakka Bola menunjukkan jika mereka bangga dengan budaya dan identitas yang dimiliki.
Mereka tetap melestarikan tradisi tersebut meskipun sudah ada cara yang lebih mudah dan juga praktis.
Selain itu, mereka juga tetap menjaga bentuk serta keutuhan rumah sebagai salah satu simbol sejarah dan budaya mereka.
Sukarela dalam Gotong Royong
Sukarela memiliki arti melakukan sesuatu dengan kehendak sendiri tanpa adanya paksaan dari berbagai pihak.
Melalui tradisi ini, masyarakat memiliki rasa sukarela untuk bersama-sama membantu serta meringankan beban sesama masyarakat.
Bersosialisasi
Kesadaran diri sebagai makhluk sosial membuat setiap masyarakat untuk dapat bersosialisasi. Pada tradisi Marakka Bola, semua masyarakat memiliki kesempatan untuk berbaur dan bersosialisasi dengan yang lainnya.
Tradisi pindah rumah Suku Bugis ini bukan hanya menunjukkan kearifan lokal dalam segi arsitektur maupun sosialnya, tapi juga menjadi cerminan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan sosialisasi, serta pelestarian budaya.
Tradisi Marakka Bola menjadi warisan budaya yang tidak ternilai dan harus terus dilestarikan.
Hal ini dikarenakan tradisi Marakka Bola menjadi simbol hidup semangat gotong royong dalam masyarakat Bugis. Hal tersebut juga dapat mempererat hubungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
FAQ
Apa arti Marakka Bola?
Istilah Marakka Bola berasal dari bahasa Bugis. ‘Marakka’ memiliki arti mengangkat, serta ‘Bola’ memiliki arti rumah.
Nilai apa yang dapat diambil dari peristiwa pemindahan rumah yang dilakukan oleh suku Bugis?
Nilai kebersamaan, kearifan lokal, bersosialisasi, pelestarian budaya, serta sukarela dalam gotong royong.
Bagaimana cara melakukan tradisi Marakka Bola?
Pemindahan rumah dapat dilakukan dengan dua cara dan keduanya disesuaikan dengan jarak wilayah baru.
Jika dekat, masyarakat akan memindahkan rumah dengan cara mendorongnya ke arah depan, belakang, hingga samping. Sedangkan jika jarak perpindahan cukup jauh, rumah akan dipindahkan dengan cara diangkat.
Kapan Tradisi Marakka Bola dilakukan?
Ketika si pemilik rumah ingin memindahkan rumahnya ke wilayah baru. Tradisi ini juga berlaku jika ingin menjual rumah tanpa tanahnya, rumah akan dipindahkan ke lokasi pembeli dan tanahnya pun tetap menjadi milik si penjual.

