Shipper Itu Apa? Wajib Tahu Tugas dan Cara Kerjanya – Shipper itu apa sih? Shipper adalah pihak yang memiliki tanggung jawab untuk mengirimkan barang dari lokasi satu ke tempat lainnya.
Dalam kegiatan rantai pasok, shipper bisa berupa produsen, penjual, maupun pemilik barang. Shipper memiliki peran penting karena menjadi titik awal dari seluruh proses pengiriman.
Dalam pekerjaan sehari-hari, shipper harus memastikan jika operasional pengiriman barang berjalan sesuai rencana.
Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai shipper dan tugasnya, berikut pembahasan artikelnya yang telah Djatgo susun.
Sedang Membahas Tentang
TogglePengertian Shipper
Tahukah kamu shipper itu apa? Shipper merupakan proses keseluruhan yang membantu memperlancar proses operasional logistik.
Umumnya shipper membantu mulai dari pengemasan hingga pelacakan. Sehingga kegiatan shipping dapat terencana serta terorganisir dengan baik.
Sebenarnya tugas utama dari shipper yaitu mengatur logistik, memilih mitra, menyiapkan barang, serta memastikan jika semua proses berjalan sesuai rencana.
Dalam dunia bisnis, shipper bisa termasuk ke dalam perusahaan manufaktur, pedagang grosir, pemilik toko online, serta lainnya.
Fungsi Shipper dalam Proses Logistik
Shipper memiliki fungsi penting dalam kelancaran proses logistik. Adapun fungsi shipper dalam operasional logistik menurut Djatgo antara lain yaitu:
- Menginisiasi Pengiriman: shipper menjadi pihak pertama yang membantu menginisiasi pengiriman barang.
- Memilih Layanan Logistik: untuk memperlancar proses pengiriman, shipper bertugas untuk menentukan apakah barang perlu dikirim dengan via darat, laut, maupun udara.
- Memastikan Keamanan serta Legalitas: shipper akan memastikan jika barang sudah dikemas dengan baik. Selain itu, mereka juga perlu memastikan jika semua dokumen telah disiapkan dengan lengkap.
- Menangani Dokumen: untuk menyelesaikan prosedur transportasi, shipper perlu menangani semua dokumen. Hal ini bertujuan agar proses pengiriman barang tidak mengalami masalah.
Sebagai salah satu peran penting, shipper bertanggung jawab untuk memastikan barang dapat diterima dengan tepat waktu. Sehingga pengiriman barang berjalan secara efektif, efisien, serta minim risiko.
Baca Juga : Admin Warehouse Adalah? Tugas dan Kualifikasi yang Dibutuhkan
Tugas Seorang Shipper
Shipper bukan hanya bertugas mengirimkan barang saja, namun mereka menjadi bagian dari strategis pendistribusian di perusahaan.
Untuk mengetahui apa saja tugas seorang shipper, berikut penjelasannya menurut Djatgo:
Mempersiapkan Barang yang Dikirim
Tugas pertama yaitu bertanggung jawab untuk memastikan barang telah siap dikirim. Mereka akan memastikan proses pengepakan hingga pengiriman berjalan lancar dan sesuai permintaan pelanggan.
Menentukan Armada Pengangkutan
Shipper akan membantu menentukan armada pengangkutan yang sesuai kebutuhan. Apakah pengiriman memerlukan transportasi via darat, laut, atau udara.
Sebelum menentukan jenis armada yang digunakan, shipper akan mempertimbangkan jenis barang, jarak tujuan, serta urgensi pengiriman.
Memilih Perusahaan Ekspedisi
Untuk memastikan pengiriman berjalan lancar, shipper akan memilih perusahaan ekspedisi yang dapat dipercaya.
Mereka akan mempertimbangkan kualitas pelayanan, biaya yang ditawarkan, serta kemampuan ekspedisi dalam menangani berbagai jenis barang.
Menentukan Biaya Pengiriman
Shipper juga bertugas untuk menyusun anggaran atau menegoisasi tarif pengiriman. Umumnya mereka memiliki pengetahuan mengenai tarif standar, asuransi, serta biaya tambahan lainnya.
Memastikan Barang yang Dikirim Aman
Sebelum barang benar-benar dikirim, shipper akan memastikan paket dalam kondisi baik.
Mereka akan mengecek bagian kemasan yang digunakan. Apakah packing cukup kuat dan memenuhi standar pengiriman atau tidak.
Baca Juga : Peran Foreman Logistik serta Tugas dan Tanggung Jawabnya
Cara Kerja Shipper dalam Logistik
Agar lebih mudah memahami shipper itu apa, kamu perlu mengetahui bagaimana posisi ini bekerja. Adapun cara kerja shipper dalam logistik yang telah Djatgo susun dan perlu kamu ketahui yaitu:
- Mengidentifikasi Barang: shipper akan mengecek barang yang ingin dikirim. Umumnya hal yang dicek yaitu jenis barang, berat, volume, serta karakteristiknya.
- Menentukan Jadwal dan Metode Pengiriman: setelah barang sudah diidentifikasi, shipper akan menentukan jadwal pengiriman. Mereka juga akan memilih metode pengiriman untuk barang, apakah paket perlu dikirim dengan ekspedisi darat, laut, atau udara.
- Menyiapkan Dokumen: untuk memperlancar proses pengiriman, shipper perlu menyiapkan dokumen. Adapun dokumen yang perlu disiapkan yaitu invoice, packing list, serta dokumen lainnya.
- Melakukan Koordinasi: selanjutnya, shipper akan mulai melakukan penjadwalan pengangkutan barangmu. Mereka juga akan memastikan jika seluruh dokumen serta label pada paket telah lengkap.
- Melakukan Monitoring dan Follow Up: untuk memastikan barang aman di perjalanan, shipper akan melacak proses pengirimanmu. Mereka akan berkomunikasi jika pengiriman mengalami kendala.
Peran shipper menjadi semakin menantang karena permintaan pasar terus meningkat. Mereka harus segera mengambil keputusan, mengelola banyak titik, serta menekan biaya logistik.
Namun dengan tantangan tersebut, shipper mampu membantu operasional logistik berjalan lancar dan efisien.
FAQ
Apa itu shipper?
Shipper merupakan proses keseluruhan yang membantu memperlancar proses operasional logistik.
Umumnya shipper membantu mulai dari pengemasan hingga pelacakan. Sehingga kegiatan shipping dapat terencana serta terorganisir dengan baik.
Siapa saja yang termasuk dalam shipper?
Dalam dunia bisnis, shipper bisa termasuk ke dalam perusahaan manufaktur, pedagang grosir, pemilik toko online, serta lainnya.
Apa saja tugas seorang shipper?
Ada beberapa tugas yang seorang shipper lakukan seperti mempersiapkan barang, menentukan armada, memilih ekspedisi, menentukan biaya, serta memastikan paket dalam kondisi aman.
Apa tanggung jawab shipper dalam pengiriman barang?
Sebagai salah satu peran penting, shipper bertanggung jawab untuk memastikan barang dapat diterima dengan tepat waktu. Sehingga pengiriman barang berjalan secara efektif, efisien, serta minim risiko.

