Ini Dia Arti Just In Time dalam Manajemen Persediaan – Di dunia bisnis, kunci utama kesuksesan perusahaan ada pada efisiensi operasionalnya.
Salah satu istilah yang dapat memaksimalkan efisiensi operasional yaitu dengan adanya just in time sebagai solusi efektif perusahaan.
Istilah ini membantu perusahaan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang dapat terjadi selama proses produksi.
Umumnya just in time bertujuan untuk mengurangi terjadinya pemborosan biaya produksi dan juga mencegah agar tidak adanya penumpukan barang.
Dengan adanya just in time, perusahaan dapat meminimalisir kerugian yang mungkin saja dapat terjadi. Untuk mengetahui istilah just in time lebih lengkap, mari simak artikel di bawah ini.
Sedang Membahas Tentang
ToggleApa Itu Just In Time
Apakah kamu tau apa itu just in time? Just in time adalah sistem manajemen yang menyesuaikan pesanan bahan baku secara langsung dengan jadwal produksi yang telah disusun.
Sistem just in time umumnya digunakan oleh beberapa perusahaan untuk memaksimalkan efisiensi dalam mengurangi pemborosan dengan mengirim barang ketika hanya dibutuhkan saja.
Sistem ini berguna agar produsen dapat memperkirakan permintaan dengan akurat. Sehingga tidak adanya biaya berlebih yang keluar dalam inventaris. Adapun beberapa definisi just in time menurut beberapa sumber antara lain:
- Menurut Schonberger di tahun 1984, just in time adalah suatu system produksi yang merubah komplesitas manajemen manufaktur dengan kesederhanaan.
- Menurut NSW Science and Technology Council pada tahun 1985 memberitahu pengertian just in time adalah suatu system produksi yang bertujuan untuk meminimalkan biaya produksi dengan membuat dan mendistribusikan barang dalam jenis, kuantitas, waktu, dan tempat yang tepat dengan menggunakan fasilitas, peralatan, dan sumber daya manusia seminimum mungkin.
- Menurut Hall pada tahun 1987 mengungkapkan bawah just in time adalah suatu filosofi manufaktur yang berusaha untuk memproduksi suatu produk dalam jangka waktu sesingkat mungkin dengan menghasilkan kesalahan seminimum mungkin.
- Menurut The Technology Transfer Council of Australia pada tahun 1987 memberitahu jika just in time adalah suatu system produksi yang melakukan perbaikan secara terus menerus berdasarkan pada penghapusan segala bentuk waste.
Manfaat Just In Time dalam Manajemen Persediaan
Just in time umumnya berfokus pada penyimpanan barang dengan optimal. Namun sebenarnya, just in time juga mengharuskan agar produsen dapat memprediksi permintaan dengan akurat untuk mengurangi terjadinya kerugian.
Adapun manfaat utama dari just in time yang perlu kamu ketahui seperti:
Mengotomatisasi Proses Manufaktur
Manajemen persediaan yang tepat waktu tentunya dapat menghilangkan adanya penundaan serta hambatan di seluruh siklus manufaktur dengan mengotomatisasikan operasi.
Dengan adanya penjadwalan just in time, perusahaan dapat menjamin jika pekerjaan akan direncanakan secara tepat sesuai dengan yang dibutuhkan.
Hal ini tentunya dapat membantu proses produksi agar dapat berjalan dengan tepat waktu untuk melakukan pengiriman.
Meningkatkan Sistem Produksi
Just in time dapat meminimalisir biaya yang berhubungan dengan pengelolaan, pengadaan, dan juga penyimpanan bahan baku.
Nantinya perusahaan dapat menerima dan juga menyimpan barang dalam jumlah yang memungkinkan, sehingga dapat menghilangkan stok bahan baku yang ada di gudang.
Mengurangi Limbah
Adanya just in time dalam manajemen persediaan dapat membantu mengurangi terjadinya pemborosan dan juga meningkatkan produktivitas dengan menerima barang yang dibutuhkan.
Perputaran stok pada perusahaan dapat dilakukan dengan cepat untuk mencegah komoditas agar tidak rusak selama penyimpanan.
Mengurangi Biaya Operasional
Just in time membantu dalam meminimalisir biaya modal kerja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelian serta penyimpanan persediaan.
Dalam sistem ini, jumlah pekerja yang dibutuhkan akan lebih sedikit sehingga menghasilkan biaya tenaga kerja yang terjangkau.
Meminimalisir Ruang Berlebih
Just in time dapat membantu mengurangi jumlah ruang penyimpanan yang harus dibeli ataupun disewa oleh suatu organisasi.
Hal ini tentunya membantu perusahaan membebaskan dana untuk digunakan di tempat lain. Sistem ini tentunya sangat cocok untuk bisnis kecil yang mengalami kekurangan modal dalam membeli inventaris dengan jumlah yang besar.
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Perusahaan dapat menggunakan sistem just in time agar proses manufaktur dapat berjalan dengan responsif. Jika adanya masalah dalam pengiriman, kamu dapat mengetahui secara pasti pesanan apa saja yang tertunda.
Selain itu, kamu juga akan mendapatkan informasi dan menemukan solusi yang tepat jika terjadi suatu masalah.
Memperpendek Siklus Hidup Produk
Dengan just in time, produsen tidak perlu lagi menyimpan inventaris dengan jumlah yang besar. Sistem ini akan membantu mengurangi waktu tunggu dengan menggunakan metode yang dapat digunakan untuk memindahkan material melalui siklus manufaktur.
Tentunya hal ini akan membantu kamu dalam mengendalikan laju produksi agar tidak mengalami risiko besar.
Baca Juga : Apa Itu Pallet Mesh, Jenis, dan Fungsinya Pada Industri
Penerapan Just In Time dalam Manajemen Persediaan
Dalam menerapkan manajemen persediaan, just in time memiliki beberapa penerapan yang bisa kamu perhatikan. Adapun beberapa penerapan yang dilakukan dengan sistem ini pada perusahaan antara lain:
Design
Sistem just in time dimulai dengan melakukan review dari hal terpenting pada manufaktur seperti desain produk, desain proses, perencanaan manufaktur, dan juga personil.
Rencana ini dibuat untuk membangun sistem yang fleksibel dan juga menghilangkan pemborosan.
Manager
Terdapat peninjauan yang dilakukan untuk memastikan adanya perbaikan di semua proses operasional.
Tinjauan yang dilakukan meliputi tanggung jawab dan juga peran pekerja, mengontrol serta menentukan kualitas produk, menstabilkan jadwal, dan juga memeriksa jadwal serta kapasitas mesin.
Pull
Pada tahapan ini, tim akan diberikan pemahaman mengenai metode produksi dan juga withdrawal. Selain itu, perusahaan juga akan meninjau ukuran lot agar dapat dikurangi.
Establish
Perusahaan perlu menentukan pemasok yang sesuai, mendiskusikan waktu tunggu dan pengiriman, serta negosiasi kontrak. Perusahaan nantinya juga dapat mempelajari bagaimana cara untuk memanfaatkan pemasok dalam rantai pasok.
Fine-tune
Pada proses ini, perusahaan dapat menentukan kebutuhan inventaris. Kebutuhan-kebutuhan yang akan ditentukan yaitu kebijakan, kontrol, serta mengurangi adanya pergerakan inventaris.
Build
Perusahaan akan memberikan informasi pada tim mengenai kemampuan dan juga keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses produksi.
Hal tersebut tentu akan dilakukannya sesi pelatihan dan juga pemberdayaan sehingga tim memiliki kemampuan yang sesuai.
Refine
Pada tahap ini perusahaan dapat mengurangi jumlah produksi dan juga komponen yang tidak diperlukan. Caranya dengan menstandarkan, meninjau, serta menyempurnakan proses produksi.
Review
Perusahaan akan menerapkan dan menetapkan ukuran metrik kualitas serta kinerja. Hal ini dilakukan dengan cara menganalisis akar penyebab terjadinya suatu masalah pada operasional.
Baca Juga : Checker Adalah : Manfaat, Peran, Tugas dan Tanggung Jawabnya
Keunggulan & Kekurangan Just In Time dalam Manajemen Persediaan
Just in time tentunya memiliki keunggulan serta kekurangan yang perlu dipahami oleh pebisnis. Adapun kelebihan dan kekurangan just in time dalam manajemen persediaan antara lain seperti berikut ini:
Keunggulan Just In Time
Operasional perusahaan menjadi lebih efisien dengan adanya just in time dalam manajemen persediaan. Adapun keunggulan dari just in time itu sendiri antara lain yaitu:
- Hanya memproduksi barang ketika ada permintaan saja, hal ini membantu dalam mengurangi biaya penyimpanan persediaan.
- Mengurangi adanya pemborosan bahan baku dan juga waktu dengan pengoptimalan proses produksi.
- Mampu melakukan penyesuaian produksi sesuai dengan adanya perubahan permintaan pasar.
- Dapat mencegah barang mengalami kecacatan dengan fokus pada pengendalian kualitas yang ketat untuk mendapatkan kepuasan pelanggan.
- Melalui kerja sama yang kuat, perusahaan dapat mempertahankan hubungan dengan para pemasok.
- Meningkatnya produktivitas dan juga efisiensi operasional dalam mengurangi waktu set up dan downtime.
- Memberikan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan untuk mendorong keterlibatan para karyawannya.
- Menghindari risiko besar dalam produksi yang dapat berakibat terjadinya penumpukan persediaan yang tidak terjual.
Kekurangan Just In Time
Selain adanya keunggulan, just in time juga memiliki kekurangan dalam manajemen persediaan yang dapat berpengaruh pada keberhasilan operasionalnya. Adapun kekurangan yang dapat terjadi antara lain yaitu:
- Rentan mengalami gangguan dari pemasok karena setiap waktunya bergantung pada pasokan.
- Dapat mengalami kehilangan produksi jika terjadi gangguan dalam pemasok.
- Membutuhkan sistem yang canggih untuk mengendalikan serta memantau persediaan.
- Tidak semua produk cocok dengan sistem ini, terkhusus produk yang membutuhkan waktu panjang untuk melakukan produksi.
- Dapat meningkatkan risiko jika terjadi pemutusan hubungan karena terlalu bergantung pada beberapa pemasok.
- Membutuhkan investasi awal yang cukup besar untuk mempersiapkan fasilitas produksi dan juga melatih karyawan.
- Permintaan harus diprediksi dengan akurat agar persediaan tidak mengalami kekurangan.
- Karyawan harus terlibat dalam perubahan budaya organisasi.
Baca Juga : Arti Proof of Delivery, Kegunaan, dan Contoh-contohnya
Rintangan Penerapan Just In Time
Sistem just in time dirancang agar proses manufaktur dapat selaras sekaligus menjaga inventaris. Namun, dalam proses ini tentunya dapat mengakibatkan suatu rintangan dalam menerapkan just in time. Adapun rintangan yang dapat dihadapi yaitu:
- Risiko Gangguan Rantai Pasok: permintaan akan memiliki potensi besar dalam menyebabkan ketidakstabilan proses produksi karena adanya ketergantungan pada supplier. Hal ini tentunya dapat mengganggu kelancaran rantai pasok ataupun mengakibatkan keterlambatan produksi.
- Keterbatasan dan Ketidakpastian: perusahaan dapat menghadapi kesulitan dalam melakukan perencanaan persediaan dengan tepat jika mereka tidak mengantisipasi fluktuasi secara akurat. Ketidakpastian ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara persediaan dan juga permintaan pelanggan.
- Dampak Lingkungan: just in time akan melibatkan koordinasi yang baik dalam melakukan pengiriman persediaan dan juga produk akhir. Penggunaan transportasi yang terlalu sering akan mengakibatkan efek rumah kaca dan pemborosan bahan bakar. Sedangkan penggunaan kemasan yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan limbah plastik yang sulit terurai.
- Kekurangan Bahan Baku: di masa depan, kemungkinan bahan baku akan terus meningkat menjadi dua kali lebih besar. Hal ini akan membuat bahan-bahan tersebut semakin sulit untuk didapatkan.
- Fluktuasi Biaya: perusahaan kemungkinan akan mengalami peningkatan biaya operasional secara tiba-tiba ketika bahan baku meninggi. Tentunya ini disebabkan karena tidak adanya cadangan stok untuk melindungi fluktuasi.
Contoh Just In Time dalam Manajemen Persediaan
Adanya contoh just in time tentunya bertujuan untuk mengurangi persediaan dan memaksimalkan efisiensi agar proses produksi menjadi lebih optimal. Adapun beberapa contoh dari just in time antara lain yaitu:
- Barang akan dihasilkan ketika adanya permintaan pelanggan.
- Menghindari produksi berlebihan agar nantinya tidak terjadi penumpukan persediaan di gudang.
- Menghindari akumulasi persediaan yang besar dengan menggunakan pesanan kecil.
- Meminimalkan risiko kerugian karena adanya perubahan pasar dan juga kebutuhan pelanggan.
- Menjaga persediaan agar tidak mengorbankan kemampuan dalam memenuhi permintaan pelanggan.
- Memantau serta mengendalikan persediaan secara langsung dengan memanfaatkan sistem informasi yang ada.
- Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengganti mesin dan juga peralatan.
- Memastikan jika peralatan dapat berjalan dengan lebih efisien dan fleksibel.
- Perusahaan dapat mencegah cacat dan pemborosan dengan menerapkan kontrol kualitas secara ketat.
- Perusahaan perlu memastikan jika produk telah memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan.
- Untuk memastikan pasokan bahan baku yang berkualitas, perusahaan perlu membangun hubungan erat dengan para pemasok.
- Selalu melibatkan karyawan dalam mengambil sebuah keputusan.
- Agar efisiensi dan kreativitas meningkat, perusahaan perlu berpartisipasi aktif dalam produksi.
- Agar tidak adanya kerusakan maupun gangguan saat produksi, peralatan perlu dirawat secara teratur.
- Meningkatkan produktivitas dengan mengurangi risiko downtime.
Perbedaan Just In Time dan Just In Case
Banyak yang mengira jika just in time dan juga just in case merupakan dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Memahami perbedaan keduanya sangatlah penting, adapun perbedaan dari just in time dan just in case antara lain yaitu:
|
No. |
Poin | Just In Time |
Just In Case |
|
1. |
Tujuan | Biaya penyimpanan yang dikurangi. | Menghindari stok yang tidak cukup. |
|
2. |
Pengelolaan Stok | Pengelolaan stok dilakukan hanya ketika dibutuhkan saja. | Dilakukan ketika sedang menyimpan stok dalam jumlah yang besar. |
|
3. |
Kebutuhan Gudang | Kebutuhan tergolong rendah, bahkan hampir tanpa adanya stok. | Kebutuhan sangat tinggi, hal ini dikarenakan banyaknya stok. |
|
4. |
Risiko Keterlambatan | Cenderung tinggi jika pengiriman bahan terlambat dilakukan. | Risiko cenderung rendah karena perusahaan selalu menyediakan stok. |
|
5. |
Biaya Operasional | Biaya yang digunakan lebih rendah dan efisien. | Biaya operasional lebih tinggi pada penyimpanan stok. |
|
6. |
Industri yang Cocok | Fast moving product dan juga manufaktur. | Barang musiman dan juga ritel besar. |
Dengan adanya just in time, perusahaan dapat mengurangi aktivitas yang tidak perlu agar tidak menambahkan nilai produk. Selain itu, perusahaan juga tetap memperhatikan kualitas barang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Intinya, just in time membantu perusahaan agar dapat menghindari kerugian karena tidak melakukan pertimbangan yang matang sebelum proses produksi.
Jika perusahaan menerapkan sistem just in time ini, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksi sesuai dengan permintaan pasar.
Bahkan perusahaan dapat mencegah terjadinya kerugian pada biaya operasional. Singkatnya, just in time membantu perusahaan agar tidak melakukan pemborosan, dapat mempercepat proses produksi, serta efisiensi modal kerja menjadi meningkat.
FAQ
Apa itu JIT?
Just in time adalah strategi manajemen yang menyesuaikan pesanan bahan baku secara langsung dengan jadwal produksi yang telah disusun.
Apa contoh dari just in time?
Ada beberapa contoh just in time tentunya bertujuan untuk mengurangi persediaan dan memaksimalkan efisiensi agar proses produksi menjadi lebih optimal.
Contohnya seperti barang akan dihasilkan ketika adanya permintaan pelanggan dan menghindari produksi berlebihan agar nantinya tidak terjadi penumpukan persediaan di gudang.
Apa kegunaan adanya just in time?
Dengan adanya just in time, perusahaan dapat mengurangi aktivitas yang tidak perlu agar tidak menambahkan nilai produk. Selain itu, perusahaan juga tetap memperhatikan kualitas barang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Apakah just in time dan just in case merupakan istilah yang sama?
Tidak, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan yang ada disesuaikan dengan tujuan, pengelolaan stok, kebutuhan gudang, risiko keterlambatan, biaya operasional, dan juga industri yang cocok.

