Arti Demurrage dan Detention, Perbedaan, dan Cara Hitungnya – Demurrage dan detention merupakan biaya tambahan yang dapat muncul ketika kontainer melewati batas waktu penggunaan yang telah ditentukan.
Kondisi ini dapat terjadi ketika kontainer belum segera keluar dari terminal atau sudah digunakan di luar terminal tetapi terlambat dikembalikan kepada pihak pelayaran.
Keduanya berkaitan dengan waktu penggunaan kontainer, tetapi berlaku pada kondisi yang berbeda.
Melalui artikel ini, Djatgo akan mengajak kamu untuk memahami istilah, batas free time, serta cara perhitungannya penting agar biaya tambahan dapat diperkirakan dan diminimalkan selama proses pengiriman.
Demurrage dan Detention dalam Pengiriman Kontainer
Dalam pengiriman melalui jalur laut, kontainer tidak hanya perlu dipindahkan dari pelabuhan ke alamat tujuan.
Ada batas waktu tertentu yang mengatur berapa lama kontainer dapat berada di terminal maupun digunakan setelah keluar dari terminal.
Apa Itu Demurrage?
Demurrage adalah biaya yang dikenakan ketika kontainer masih berada di terminal setelah melewati free time.
Kondisi ini dapat terjadi karena proses customs clearance belum selesai, pengambilan kontainer tertunda, kepadatan terminal, atau kendala transportasi.
Semakin lama kontainer tertahan setelah batas waktu tersebut, semakin besar biaya yang berpotensi muncul.
Demurrage berkaitan dengan waktu kontainer penuh berada di terminal sampai gate out.
Apa Itu Detention?
Detention adalah biaya yang muncul ketika kontainer sudah keluar dari terminal, tetapi belum dikembalikan sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Waktu tersebut biasanya digunakan untuk membawa kontainer ke lokasi penerima, membongkar muatan, kemudian mengembalikan kontainer kosong.
Dengan demikian, detention berkaitan dengan lamanya kontainer berada di luar terminal sebelum dikembalikan kepada pihak pelayaran.
Baca Juga: Mengenal 50 Istilah Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan
Free Time dan Last Free Day
Free time merupakan periode yang diberikan tanpa biaya pada demurrage atau detention. Lamanya berbeda-beda sesuai carrier, pelabuhan, jenis kontainer, dan ketentuan shipment. Setelah batas tersebut terlewati, biaya mulai dihitung berdasarkan aturan yang berlaku.
Sementara itu, last free day merupakan hari terakhir dalam periode bebas biaya. Mengetahui tanggal tersebut membantu pengirim atau penerima mengatur pickup, pembongkaran, dan pengembalian kontainer tepat waktu.
Perbedaan Demurrage dan Detention
Perbedaan demurrage dan detention terutama terletak pada posisi kontainer ketika biaya keterlambatan mulai dikenakan.
Demurrage berlaku ketika kontainer masih berada di area terminal dan belum dikeluarkan setelah melewati batas free time.
Dalam kondisi ini, keterlambatan biasanya berkaitan dengan proses gate out, yaitu saat kontainer seharusnya sudah diambil dari terminal tetapi masih tertahan di dalam area tersebut.
Sementara itu, detention berkaitan dengan kontainer yang sudah keluar dari terminal.
Biaya ini dapat muncul ketika kontainer yang telah digunakan untuk proses pengiriman atau pembongkaran tidak dikembalikan dalam kondisi kosong kepada pihak pelayaran hingga melewati batas waktu yang telah ditentukan.
Dengan kata lain, keterlambatan pada detention terjadi setelah kontainer meninggalkan terminal dan masih berada di luar terminal.
Jadi, pembeda paling mudah antara keduanya adalah lokasi kontainer dan tahap pengembaliannya.
Demurrage terjadi ketika kontainer masih berada di terminal dan terlambat dikeluarkan, sedangkan detention terjadi ketika kontainer sudah berada di luar terminal tetapi terlambat dikembalikan dalam kondisi kosong.
Perhitungan Biaya Demurrage dan Detention
Besaran biaya tidak hanya ditentukan oleh jumlah hari keterlambatan. Tarif carrier, jenis dan ukuran kontainer, periode free time, rute, serta struktur tarif yang berlaku dapat memengaruhi total biaya.
Faktor yang Mempengaruhi Besaran Biaya
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah lama keterlambatan, jenis kontainer, tarif per hari, dan ketentuan free time.
Sebagian carrier juga menerapkan tarif bertingkat sehingga biaya per hari dapat berubah ketika keterlambatan melewati periode tertentu.
Baca juga: Ekspedisi Depok Balikpapan
Cara Menghitung Biaya
Secara sederhana, perhitungan demurrage dan detention dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Biaya = jumlah hari keterlambatan × tarif per hari
Namun, rumus tersebut hanya berlaku jika tarif yang digunakan tetap. Jika carrier menerapkan tarif progresif, setiap kelompok hari perlu dihitung berdasarkan tarifnya masing-masing.
Contoh Perhitungan Demurrage
Misalnya free time diberikan selama 5 hari dan kontainer baru keluar pada hari ke-8. Artinya, terdapat keterlambatan 3 hari.
Jika tarif ilustrasinya Rp 500.000 per hari, maka:
3 hari x Rp 500.000 = Rp 1.500.000
Contoh Perhitungan Detention
Jika batas pengembalian kontainer adalah hari ke-7, tetapi kontainer kosong baru dikembalikan pada hari ke-10, terdapat keterlambatan 3 hari.
Dengan tarif ilustrasi Rp 400.000 per hari:
3 hari x Rp 400.000 = Rp 1.200.000
Apakah Demurrage, Detention, dan Storage Sama?
Demurrage, detention, dan storage bukanlah hal yang sama. Demurrage berkaitan dengan kontainer yang masih berada di terminal, sedangkan detention berkaitan dengan keterlambatan pengembalian kontainer setelah keluar.
Sementara itu, storage merupakan biaya penumpukan yang dapat dikenakan oleh terminal sesuai ketentuannya.
Cara Mengurangi Risiko dan Biaya Demurrage dan Detention
Risiko demurrage dan detention dapat ditekan dengan mengatur proses pengiriman sejak sebelum kontainer tiba hingga dikembalikan kepada pihak pelayaran.
Kuncinya bukan hanya mempercepat satu tahapan, tetapi memastikan dokumen, kendaraan, gudang, dan jadwal pengembalian kontainer sudah dipersiapkan sesuai batas free time.
Pantau Free Time dan Last Free Day Sejak Awal
Free time perlu diketahui sejak awal karena setiap pengiriman memiliki batas waktu tertentu sebelum biaya demurrage atau detention mulai berlaku.
Catat juga Last Free Day (LFD) sebagai batas terakhir yang perlu diperhatikan, kemudian sesuaikan jadwal pengambilan, pembongkaran, dan pengembalian kontainer dengan waktu tersebut.
Pemantauan sebaiknya tidak hanya mengandalkan perkiraan kedatangan kapal. Perubahan jadwal dapat terjadi selama perjalanan, sehingga informasi mengenai ETA dan batas free time perlu diperiksa secara berkala agar rencana operasional dapat segera disesuaikan.
Baca Juga: Shipping Container: Pengertian dan Jenis-jenisnya
Siapkan Dokumen dan Proses Clearance Lebih Awal
Kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran proses pengeluaran kontainer.
Dokumen yang belum siap dapat membuat proses administrasi dan customs clearance berjalan lebih lama, terutama ketika masih terdapat data yang perlu diperiksa atau dilengkapi.
Oleh karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan sebelum kontainer tiba di pelabuhan.
Dengan dokumen yang sudah diperiksa dan proses yang diperlukan telah disiapkan, waktu setelah kontainer tersedia dapat digunakan untuk menyelesaikan tahapan berikutnya tanpa penundaan yang tidak perlu.
Koordinasikan Trucking dan Kesiapan Gudang
Kesiapan kendaraan pengangkut perlu disesuaikan dengan waktu kontainer dapat dikeluarkan dari terminal.
Jika proses clearance sudah selesai tetapi truk belum tersedia, pengambilan dapat tertunda dan membuat waktu yang tersedia semakin berkurang.
Hal yang sama berlaku untuk lokasi penerima atau gudang. Pastikan tempat pembongkaran sudah siap sebelum kontainer dibawa keluar.
Setelah muatan selesai dibongkar, pengembalian kontainer kosong juga perlu dijadwalkan agar tidak melewati batas waktu detention.
Pantau Perubahan ETA dan Kondisi Operasional
Perubahan Estimated Time of Arrival (ETA), kepadatan terminal, kondisi operasional pelabuhan, maupun keterlambatan kendaraan dapat memengaruhi jadwal pengambilan dan pengembalian kontainer.
Kondisi tersebut tidak selalu dapat dikendalikan, tetapi dampaknya dapat dikurangi dengan melakukan pemantauan secara berkala.
Jika terdapat perubahan jadwal, pihak yang terlibat dalam pengiriman dapat segera menyesuaikan kendaraan, gudang, maupun jadwal pembongkaran.
Langkah ini membantu menghindari situasi ketika satu keterlambatan pada tahap awal ikut mengganggu seluruh rangkaian proses berikutnya.
Buat Alur Koordinasi hingga Empty Container Return
Pengelolaan kontainer sebaiknya memiliki alur yang jelas sejak sebelum kedatangan hingga kontainer kosong dikembalikan.
Secara sederhana, prosesnya dapat dimulai dari memantau ETA, menyiapkan dokumen, menyelesaikan clearance, menjadwalkan pick up, membongkar muatan, dan mengembalikan kontainer kosong.
Setiap tahap saling berkaitan sehingga keterlambatan pada satu bagian dapat memengaruhi tahap berikutnya.
Dengan pembagian tugas dan jadwal yang jelas, proses pengiriman lebih mudah dipantau dan risiko melewati free time dapat diminimalkan.
Baca juga: Ekspedisi Jakarta Banjarmasin
FAQ
Apa perbedaan demurrage dan detention?
Perbedaannya terutama terletak pada posisi kontainer saat keterlambatan terjadi.
Apa yang dimaksud free time?
Free time adalah periode bebas biaya yang diberikan sesuai ketentuan shipment.
Apa itu last free day?
Last free day merupakan hari terakhir sebelum biaya keterlambatan mulai dihitung.
Bagaimana cara menghitung detention?
Jumlah hari keterlambatan pengembalian kontainer dikalikan tarif detention yang berlaku.
Bagaimana cara menghindari biaya demurrage dan detention?
Pantau free time, siapkan dokumen, koordinasikan trucking dan gudang, serta pastikan kontainer dikembalikan sesuai batas waktu.


