Packing Adalah : Fungsi, Jenis, dan Cara Mengamankan Barang – Packing adalah pekerjaan pengemasan barang yang berfungsi untuk melindungi paket dari kerusakan.
Dalam dunia logistik, packing menjadi bagian penting yang tidak bisa dilewatkan. Tujuannya agar barang dapat terlindungi dari kerusakan karena benturan atau guncangan selama pengiriman.
Dengan penerapan packing yang tepat dan terencana, proses pengiriman akan menjadi lebih aman, efisien, serta dapat diandalkan.
Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai apa itu packing, fungsi, jenis, serta cara pengemasannya, Djatgo akan menjelaskan semuanya secara detail. Adapun pembahasannya, mari simak artikel di bawah ini.
Sedang Membahas Tentang
ToggleApa yang Dimaksud dengan Packing?
Packing adalah proses pengemasan barang sebelum paket tersebut dikirim ke alamat tujuan. Pada tahapan ini, barang akan dikemas oleh pihak pengirim atau penyedia jasa kirim yang memberikan layanan packing.
Tujuannya yaitu untuk melindungi barang dari kerusakan selama masa penyimpanan atau pengiriman berlangsung.
Agar barang tetap aman hingga tujuan akhir, packing tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kamu perlu mengemas paket sesuai karakteristik barang yang akan dikirim.
Dalam bisnis, packing tidak hanya berlaku pada dunia logistik saja. Namun juga sering digunakan dalam berbagai industri seperti farmasi, manufaktur, e-commerce, serta lainnya.
Jenis-jenis Packing yang Sering Digunakan
Ada berbagai macam packing yang sering digunakan. Biasanya jenis ini disesuaikan dengan karakteristik barang kiriman.
Berikut tipe packing sesuai bahannya yang sering digunakan menurut Djatgo yaitu:
Bubble Wrap
Jenis packing yang pertama yaitu bubble wrap. Bahan pengemasan dengan bentuk lembaran plastik dan memiliki gelembung-gelembung udara.
Bubble wrap sendiri akan memberikan perlindungan tambahan untuk barang dari guncangan serta getaran besar. Keunggulannya cukup fleksibel, karena mudah dibentuk sesuai ukuran barang.
Baca Juga : Djatgo Sediakan Fasilitas Packing Kayu untuk Barang Fragile
Styrofoam
Bahan packing kedua dan sering digunakan untuk mengemas barang yaitu styrofoam. Bahannya cukup ringan serta memiliki daya serap benturan yang baik.
Sehingga bahan ini sering digunakan untuk mengemas barang elektronik, makanan beku, serta alat pecah belah lainnya.
Namun, styrofoam bukan termasuk bahan yang ramah lingkungan, karena sulit terurai secara alami.
Kardus
Kardus merupakan salah satu bahan packing yang memiliki spesifikasi ringan serta mudah didaur ulang. Bahan packing ini sering sekali digunakan dalam industri ekspedisi serta penyimpanan.
Kelebihan bahan kardus ini yaitu cukup ekonomis serta memiliki fleksibilitas tinggi.
Namun, kardus termasuk bahan yang tidak tahan air serta kelembaban, sehingga barang perlu dilapisi bubble wrap atau plastik untuk menjadi kemasan tambahan.
Plastik Wrapping
Plastik wrapping merupakan jenis packing dengan bahan plastik tipis dan lentur. Biasanya digunakan untuk melindungi bagian luar barang agar tidak basah atau lembab.
Keunggulan bahan ini yaitu mengamankan barang yang memiliki bentuk tidak teratur, serta menghindari dari debu atau kotoran.
Karung
Packing karung merupakan bahan pengemasan berupa kantong besar dari kain goni. Biasanya digunakan untuk mengemas barang berukuran kecil namun jumlahnya cukup banyak.
Adapun jenis barang yang sering menggunakan packing ini yaitu pakaian.
Kayu
Jenis packing terakhir yang sering digunakan yaitu kayu. Bahan ini memiliki ukuran yang besar dan berat. Umumnya digunakan untuk mengemas mesin, alat elektronik, serta barang mudah rusak lainnya.
Ada dua jenis packing kayu yang sering digunakan untuk mengemas barang, yaitu crate serta pallet.
Fungsi Packing dalam Bisnis dan Industri
Fungsi utama packing adalah memberikan rasa aman pada barang kiriman. Namun sebenarnya, packing juga memiliki fungsi lainnya.
Adapun keunggulan packing dalam bisnis dan industri menurut Djatgo yaitu:
Media Promosi
Fungsi packing yang pertama yaitu sebagai media promosi bagi para pebisnis. Terkhusus untuk produk makanan maupun minuman.
Hal tersebut dikarenakan dalam kemasan berisi informasi mengenai logo perusahaan, tagline bisnis, serta kontak narahubung.
Baca Juga : Jenis & Ukuran Kardus Packing untuk Pengiriman ke Luar Kota
Media Informasi Keterangan Barang
Packing juga berfungsi sebagai media informasi mengenai keterangan barang. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pihak ekspedisi dalam memperlakukan barang saat proses penyortiran.
Dengan mencantumkan keterangan jelas, kerusakan barang selama pengiriman dapat diminimalisir.
Menjadi Tempat Mencantumkan Identitas Pengirim dan Penerima
Fungsi packing selanjutnya dan tidak kalah penting yaitu menjadi tempat mencantumkan identitas pengirim serta penerima.
Tujuannya untuk memudahkan kurir saat melakukan pengantaran paket ke alamat tujuan. Selain itu, informasi pada packing juga membantu penerima mengetahui asal paket yang diterimanya.
Menambah Daya Tarik Suatu Produk
Fungsi terakhir yaitu untuk menambah daya tarik suatu produk yang ditawarkan.
Oleh karena itu, jenis barang atau produk yang dikemas baik dan bagus akan menarik pelanggan untuk terus membelinya. Sehingga hal tersebut dapat membantu meningkatkan penjualan.
Cara Mengamankan Barang agar Tidak Rusak Selama Pengiriman
Untuk meminimalisir kerusakan pada barang, kamu perlu memperhatikan kemasan yang digunakan. Berikut cara mengamankan paket agar tidak rusak selama pengiriman menurut Djatgo yaitu:
Pastikan Ukuran Kemasan Sesuai dengan Barang
Sebelum barang dikemas, kamu perlu menyesuaikan ukuran barang dengan kemasan yang dipilih. Tujuannya agar barang terhindar dari kerusakan selama pengiriman.
Jika packing terlalu besar, barang mudah bergeser. Sedangkan jika packing terlalu kecil, maka bisa menyebabkan terjepit.
Oleh karena itu, sesuaikan kemasan dengan ukuran barang kiriman agar pengiriman menjadi lebih aman dan nyaman.
Baca Juga : Mau Jadi Operator Packing? Ketahui Dulu Tugas & Tanggung Jawabnya
Kemas Barang Secara Rapi
Agar paket terlindungi secara maksimal, jangan lupa untuk mengemas barang dengan rapi. Mengemas barang dengan baik membantu meminimalisir kerusakan ketika barang dipindahkan atau terjatuh.
Perkuat Sudut dan Tepi
Tepi paket merupakan bagian yang cukup rentan mengalami kerusakan. Kamu perlu memperkuat bagian tepi untuk mengatasi adanya tekanan berlebih.
Dengan memperkuat sudut serta tepi kemasan, risiko barang rusak karena guncangan dapat diminimalisir.
Pastikan Tidak Ada Ruang Kosong
Cara penting lainnya yaitu memastikan jika di dalam kemasan tidak adanya ruang kosong.
Kamu bisa menambahkan kertas koran atau styrofoam pada bagian yang kosong. Hal tersebut bertujuan agar barang tidak mudah bergeser saat proses pengangkutan.
Tambahkan Label Jelas
Jangan lupa untuk menambahkan label jelas pada sisi kemasan. Dengan penandaan tersebut, paket dapat dikenali dan ditangani secara tepat.
Misalnya kamu menggunakan label fragile pada barang mudah pecah. Dengan stiker tersebut, pihak ekspedisi akan memperlakukan barangmu secara hati-hati.
Pilih Jasa Ekspedisi Terpercaya
Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan yaitu memilih jasa ekspedisi terpercaya. Umumnya jasa kirim berpengalaman menyediakan layanan packing.
Bahan yang digunakan pun berkualitas, seperti kardus, bubble wrap, styrofoam, plastik wrapping, dan juga packing kayu.
Packing menjadi salah satu hal penting ketika kamu ingin mengirim barang. Dengan pengemasan yang tepat, barang akan terlindungi secara maksimal.
Sehingga membantu meminimalisir terjadinya risiko kerusakan maupun kehilangan selama barang dikirim.
FAQ
Apa itu packing?
Packing adalah proses pengemasan barang sebelum paket tersebut dikirim ke alamat tujuan.
Pada tahapan ini, barang akan dikemas oleh pihak pengirim atau penyedia jasa kirim yang memberikan layanan packing.
Fungsi packing adalah?
Untuk melindungi barang dari kerusakan selama masa penyimpanan atau pengiriman berlangsung.
Apa saja jenis-jenis packing yang sering digunakan?
Ada beberapa macam bahan pengemasan yang sering digunakan yaitu kardus, styrofoam, plastik wrapping, bubble wrap, karung, serta packing kayu.

