Arti SLA dalam Logistik, Tujuan, dan Faktor Penentunya – Pada industri logistik, arti SLA atau Service Level Agreement merupakan sebuah dokumen penting yang menjadi penghubung antara jasa logistik dan juga pelanggan.
Umumnya SLA menjadi patokan kedua belah pihak untuk memahami hak dan juga kewajiban mereka dalam melakukan operasional logistik.
SLA sering sekali dianggap sebagai dokumen formalitas oleh masyarakat. Padahal sebenarnya SLA menjadi pondasi penting yang menghubungkan harapan dan juga realitas operasional logistik.
Untuk mengetahui lebih lengkap arti SLA pada logistik dan pentingnya dokumen tersebut dalam kelancaran operasional, kamu bisa simak artikel Djatgo di bawah ini.
Sedang Membahas Tentang
ToggleApa Arti SLA dalam Logistik?
Arti SLA adalah dokumen perjanjian yang dibuat oleh pelaku logistik dan juga pelanggannya yang berisi mengenai kewajiban dan juga ekspektasi pengiriman barang yang sedang dijalankan.
Kesepakatan ini biasanya berisi target performa, standar layanan, dan juga indikator yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan pelayanan logistik.
Hubungan kerja sama antara pelaku logistik dan juga pelanggannya dapat mengalami banyak risiko jika tidak adanya SLA dalam operasional yang berlangsung.
Maka dari itu arti SLA dalam ekspedisi tidak hanya berfungsi sebagai dokumen formal saja, namun juga menjadi jaminan kepercayaan antara pelaku logistik dan para pelanggannya.
Jenis-jenis SLA dalam Logistik
Pada industri logistik, SLA memiliki beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu. Adapun beberapa jenis SLA dalam dunia logistik yang perlu kamu ketahui. Berikut penjelasannya:
SLA Berbasis Waktu Pengiriman
Jenis SLA ini bertujuan untuk menentukan waktu yang dibutuhkan dalam pengiriman, mulai dari tempat awal hingga ke tujuan akhir.
Umumnya SLA ini selalu digunakan jasa ekspedisi yang menyediakan pelayanan pengiriman express.
Jika mengalami keterlambatan di luar batas yang sudah ditentukan, biasanya SLA ini akan mendapatkan kompensasi.
SLA Berbasis Performa
SLA jenis ini berfokus pada performa layanan dari ekspedisi yang bersangkutan.
Beberapa layanan yang berfokus pada SLA berbasis performa yaitu on time delivery rate, accuracy in order fulfillment, claim resolution time, dan juga tracking update frequency.
Umumnya SLA ini sering digunakan dalam ekspedisi untuk bisnis e-commerce dan juga bisnis yang memiliki volume pengiriman tinggi.
Baca Juga : Arti dan Perbedaan Airway Bill dan Bill of Lading
SLA Berbasis Keamanan dan Penanganan Barang
Pada SLA ini, barang dikirim dengan kondisi baik tanpa adanya kerusakan maupun kehilangan.
Adapun beberapa elemen yang termasuk ke dalam SLA berbasis keamanan dan penanganan barang yaitu damage free guarantee, handling procedures, dan juga insurance coverage.
SLA Spesifik Layanan
SLA jenis spesifik layanan umumnya akan berfokus pada satu jenis layanan saja. Layanan yang termasuk ke dalam SLA jenis ini yaitu layanan pengiriman express.
Hal ini dikarenakan SLA akan menentukan waktu pengiriman maksimal dalam hitungan jam saja.
SLA Internal
Umumnya SLA jenis internal diterapkan di dalam suatu perusahaan, seperti di dalam departemen pengiriman dan gudang.
Jenis SLA internal ini akan memastikan jika semua bagian di dalam suatu organisasi dapat bekerja dengan selaras.
SLA Eksternal
SLA eksternal sering sekali berhubungan dengan pelanggan ataupun mitra logistik. Jenis ini berisi rincian jelas mengenai pengiriman yang sedang diproses oleh jasa ekspedisi.
Adapun rincian yang ada pada SLA eksternal yaitu waktu pengiriman dan juga standar keamanan barang yang sedang dikirim.
SLA Berbasis Proses
SLA berbasis proses umumnya akan mengatur standar pada setiap proses tertentu.
Proses-proses yang diatur dalam SLA jenis ini yaitu proses pemesanan, pengepakan, dan juga pengiriman barang agar berjalan secara efektif dan efisien.
Tujuan SLA dalam Industri Logistik
Umumnya SLA bertujuan untuk dapat menjadi kesepakatan dalam pelayanan industri logistik. Adapun beberapa tujuan serta manfaat dari SLA pada industri logistik antara lain sebagai berikut ini:
- Kepuasan Pelanggan Meningkat: adanya SLA dapat membantu pelanggan untuk semakin yakin jika kebutuhan mereka diutamakan oleh pihak penyedia logistik. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pelayanan yang diberikan.
- Memastikan Kualitas Layanan: SLA dapat membantu pelanggan mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penyedia layanan nantinya akan memastikan jika kualitas pelayanan yang diberikan akan konsisten dari waktu ke waktu.
- Memperjelas Harapan Antara Penyedia dan Pelanggan: hubungan antara penyedia logistik dan juga pelanggan tentunya memiliki harapannya masing-masing. Adanya SLA menjadi penghubung dan memperjelas harapan antara kedua belah pihak agar tidak ada yang dirugikan.
SLA tentunya memberikan tujuan serta manfaat yang baik untuk para pelanggan serta jasa penyedia logistik.
Untuk memaksimalkan tujuan yang ada, SLA dapat mengimplementasikan secara efektif tujuan-tujuan tersebut di berbagai sektor bisnis.
Apa Saja Faktor Penentu dalam SLA?
Umumnya kelancaran SLA pada operasional logistik berpengaruh pada beberapa faktor penentu.
Adapun beberapa faktor penentu yang penting dalam kelancaran SLA dalam suatu operasional logistik. Berikut beberapa faktor pentingnya:
- Waktu Pengiriman: dapat menentukan batas waktu yang diharapkan untuk setiap tahap pengiriman yang dilakukan oleh penyedia logistik.
- Kondisi Produk: menjadi standar mengenai kondisi dan juga integritas produk selama transportasi dijalankan.
- Akurasi Persediaan: industri logistik dapat menentukan ketepatan dalam menjaga ketersediaan stok produk.
- Keterlambatan dan Penundaan: penyedia logistik dapat mengetahui bagaimana keterlambatan bisa ditangani dan melakukan ganti rugi yang diberikan.
Tanpa adanya beberapa faktor yang ada, kemungkinan SLA tidak dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Maka dari itu, setiap jasa penyedia logistik juga perlu mengetahui faktor apa saja yang menjadi penentu SLA agar operasional pengiriman dapat berjalan sesuai dengan harapan yang sudah ditentukan.
Baca Juga : Arti Proof of Delivery, Kegunaan, dan Contoh-contohnya
Komponen Utama dalam SLA
Peranan SLA dalam industri logistik umumnya memiliki beberapa komponen utama untuk memperlancar kegiatan operasional. Adapun beberapa komponen utama dalam SLA antara lain yaitu:
- Ruang Lingkup Layanan: dengan SLA perusahaan dapat mengetahui layanan apa saja yang disediakan. Layanan-layanan yang ada umumnya meliputi transportasi, pergudangan, ataupun pengelolaan bea cukai.
- Indikator Kinerja Utama: indikator kinerja utama umumnya berhubungan dengan ketepatan waktu, tingkat kerusakan barang, akurasi dokumentasi, dan juga respons terhadap klaim.
- Tanggung Jawab Kedua Belah Pihak: penyedia maupun pengguna jasa logistik masing-masing memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi.
- Sanksi atau Kompensasi: akan ada kompensasi seperti diskon biaya, perpanjangan layanan, maupun bentuk ganti rugi jika industri logistik gagal untuk memenuhi SLA.
- Mekanisme Evaluasi dan Pelaporan: dengan SLA perusahaan dapat memantau performa dan juga laporan bulanan yang dijalankan.
SLA tidak hanya sekedar dokumen hukum saja, namun menjadi alat manajemen yang paling krusial dalam menjamin kualitas pelayanan.
Menyusun SLA yang komprehensif dan memuat seluruh komponen utama akan menguntungkan pihak perusahaan dalam kelancaran operasional logistik.
Mengapa SLA Penting dalam Bisnis Logistik?
Agar kegiatan operasional menjadi lebih optimal dan meningkatkan kepuasan pelanggan, maka dari itu bisnis logistik menggunakan SLA.
Adapun alasan penting lainnya mengapa bisnis logistik penting untuk menggunakan SLA. Berikut penjelasan lengkapnya:
Menjamin Kepuasan Pelanggan
Tentunya para pelanggan logistik maupun ekspedisi mengharapkan jika layanan yang mereka terima dapat berjalan dengan cepat dan tepat.
Adanya SLA, dokumen tersebut dapat menjadi alat untuk menjaga kepuasan para pelanggan yang menggunakan jasa logistik maupun ekspedisi.
Jika SLA pada industri logistik jelas, pelanggan dapat memahami dengan baik apa yang akan mereka dapatkan dari layanan tersebut.
Tentunya ini akan memberikan dampak positif bagi para pelanggan untuk mendapatkan pengalaman pengiriman yang lebih baik.
Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan
Dalam industri logistik, SLA memiliki fungsi sebagai bukti komitmen penyedia layanan terhadap standar kualitas.
Jika perusahaan berhasil memenuhi SLA yang sudah ditetapkan, maka reputasi perusahaan di mata pelanggan akan meningkat.
Jika industri logistik memperhatikan SLA, maka pelanggan dapat memahami bahwa perusahaan bisa bertanggung jawab dan memiliki solusi untuk mengatasinya.
Reputasi yang baik tentunya sangat berharga karena pelanggan akan terus mengandalkan jasa perusahaan untuk mendukung bisnis yang mereka bangun.
Mengoptimalkan Operasional
Industri logistik dapat mengoptimalkan operasional mereka dengan menggunakan SLA.
Tim operasional akan lebih fokus untuk melakukan perbaikan proses jika indikator dan juga target kinerja dilakukan dengan jelas.
Selain itu, SLA juga dapat membantu dalam mengurangi terjadinya keterlambatan dan juga meningkatkan kualitas pelayanan.
Penggunaan SLA dapat membantu perusahaan secara efektif untuk mengidentifikasi kelemahan dalam suatu sistem dan membuat perbaikan menjadi lebih relevan.
Menentukan Standar Kualitas Layanan
Perusahaan dan juga penyedia jasa logistik akan terbantu dengan adanya SLA jika mereka memahami secara jelas apa yang diharapkan.
Misalnya SLA menulis jika pengiriman yang dilakukan harus mencapai tingkat ketepatan waktu sebesar 98%, maka perusahaan perlu memaksimalkan standar kualitas layanan agar target dapat tercapai.
Biasanya perusahaan akan memiliki tolok ukur agar kedua belah pihak yang bersangkutan tidak mendapatkan kerugian yang besar.
Dengan adanya tolak ukur inilah, penyedia jasa logistik dan juga pelanggan memiliki acuan yang sama untuk mengukur performa layanan yang diberikan.
Membantu Identifikasi Masalah
Kegiatan pengiriman barang kemungkinan mengalami berbagai macam kendala seperti keterlambatan, barang mengalami kerusakan, serta biaya tambahan yang tidak terduga ketika pengiriman berlangsung.
Dengan adanya SLA, setiap permasalahan yang terjadi dalam pengiriman dapat ditelusuri dengan baik sesuai indikator yang sudah disepakati.
Hal ini tentunya menjadi evaluasi rutin untuk perusahaan meningkatkan efektivitas layanan yang disediakan.
Mendukung Efisiensi dalam Rantai Pasok
Peran SLA juga sangatlah penting dalam mendukung efisiensi rantai pasok agar lebih terintegrasi.
Hal ini tentunya dapat membantu semua pihak dalam rantai pasok agar dapat bekerja secara terstruktur dan aman.
Maka dari itu, dengan SLA yang jelas perusahaan dapat mendukung efisiensi operasional rantai pasok.
Jika perusahaan memperhatikan operasional rantai pasok agar berjalan dengan baik, maka penyedia logistik dapat menjaga kepuasan pelanggan yang bisa berpengaruh pada kualitas perusahaan.
Arti SLA dalam industri logistik memang memiliki peranan penting agar operasional dapat berjalan dengan lancar.
Selain itu, SLA juga membantu bisnis dalam meningkatkan kepuasan pelanggan serta memperjelas harapan dengan jasa penyedia logistik pada suatu pengiriman.
Umumnya SLA juga membantu perusahaan untuk memonitor kinerja operasional secara tepat.
Sangat penting bagi perusahaan mengetahui ketepatan dalam operasional kinerja untuk memastikan kepatuhan industri terhadap SLA.
FAQ
Apa arti SLA?
Arti SLA adalah perjanjian yang dibuat antara pelaku logistik dan juga pelanggannya yang berisi mengenai kewajiban dan juga ekspektasi pengiriman barang yang sedang dijalankan.
SLA singkatan dari apa?
Service Level Agreement.
Apakah SLA penting dalam operasional logistik?
SLA menjadi pondasi penting yang menghubungkan harapan dan juga realitas operasional logistik.
Mengapa SLA penting dalam industri logistik?
SLA sangat penting dalam industri logistik karena dapat membuat kegiatan operasional menjadi lebih optimal dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Maka dari itu SLA sangat penting dalam bisnis logistik.

