Perbedaan Truk dan Trailer serta Jenis Trailernya – Trailer merupakan salah satu kendaraan yang memiliki peran penting dalam kelancaran rantai pasok global.
Trailer sendiri memiliki beberapa jenis yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan pengiriman sebuah industri. Setiap jenis memiliki bentuk dan fungsi berbeda-beda, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan muatan yang diangkut.
Kapasitas angkut trailer pun sangat beragam, tergantung dengan ukuran yang dipilih. Pada artikel ini, Djatgo akan menjelaskan berbagai jenis trailer yang sering digunakan industri logistik maupun transportasi.
Adapun penjelasan lengkapnya, mari simak bersama artikel Djatgo di bawah ini.
Sedang Membahas Tentang
ToggleApa Itu Trailer
Trailer merupakan kendaraan tanpa mesin yang dibuat khusus agar bisa ditarik oleh kendaraan seperti truk maupun mobil.
Biasanya trailer digunakan untuk membawa barang dalam jumlah besar seperti kebutuhan pabrik, mesin, hingga kendaraan.
Dalam dunia logistik dan transportasi, trailer memiliki peran penting dalam memperlancar operasional pengiriman barang dari satu wilayah ke tempat lainnya.
Sebagai tulang punggung rantai pasok, trailer dapat memuat berbagai jenis kargo dan memberikan dukungan besar pada operasional logistik agar berjalan dengan efisien.
Trailer memiliki dua jenis yang dapat dipilih, yaitu ukuran 20 dan 40 feet. Trailer 20 feet memiliki panjang sebesar 6,06 meter dengan muatan maksimal 28 ton.
Sedangkan trailer 40 feet memiliki panjang 12,19 meter dengan kapasitas yang sangat besar.
Jenis Trailer di Indonesia
Ada beberapa jenis trailer yang sering digunakan oleh industri transportasi dan logistik. Setiap jenis memiliki fungsi serta kapasitasnya masing-masing sesuai kebutuhan pengiriman. Adapun beberapa jenis trailer yang ada di Indonesia menurut Djatgo yaitu:
- Dry Van: jenis yang sering digunakan untuk mengangkut banyak barang, terutama produk sensitif terhadap cuaca. Selain itu, Dry Van dapat mengangkut barang dengan bobot sebesar 22 ton.
- Refrigerated/Reefer: jenis trailer truk yang dilengkapi sistem pendingin untuk mempertahankan suhu boks. Umumnya digunakan untuk mengangkut makanan beku, obat-obatan, serta bahan kimia dengan kapasitas sebesar 25 ton.
- Flatbed: jenis yang digunakan untuk mengangkut barang besar dan berat tanpa batasan dimensi. Umumnya barang yang dikirim meliputi besi baja, mesin berbobot berat, serta kayu. Selain itu, Flatbed memiliki kapasitas angkut sebesar 10 hingga 60 ton.
- Lowboy: jenis trailer yang dapat mengangkut muatan seperti mesin besar, kendaraan, serta peralatan konstruksi. Selain itu, trailer ini memiliki kapasitas angkut sebesar 36 ton.
- Tanker: trailer ini memiliki kapasitas yang berbeda-beda sesuai dengan ukurannya. Untuk trailer kecil, kapasitas angkut mulai dari 300 hingga 3.000 galon. Untuk ukuran sedang memiliki kapasitas 9.000 galon. Sedangkan trailer besar memiliki kapasitas 30.000 liter. Selain itu, jenis ini biasanya membantu mengangkut air, minyak, serta bahan kimia berbentuk cair.
- Curtainside: trailer ini memiliki kapasitas bobot sebesar 24 hingga 30 ton. Umumnya digunakan untuk mengangkat peralatan rumah tangga, pipa, baja, hingga makanan. Namun jenis ini jarang digunakan di Indonesia, hal tersebut dikarenakan trailer kurang efektif untuk melindungi muatan.
- Step Deck: jenis yang memiliki alas pada bagian belakang berupa undakan mirip anak tangga. Desain tersebut bertujuan agar trailer dapat digunakan untuk mengangkut barang berukuran tinggi. Umumnya kapasitas trailer ini sebesar 21 ton.
- Double Decker: jenis mobil truk yang memiliki dua lantai untuk memaksimalkan kapasitas muatan. Umumnya memiliki kapasitas maksimal sebesar 32 ton, sehingga dapat mengangkut berbagai muatan.
- Tipper: jenis mobil trailer yang dapat dimiringkan untuk menurunkan muatan. Biasanya jenis ini digunakan untuk mengangkut bahan bangunan seperti tanah, kerikil, maupun pasir. Kapasitas yang dimiliki Tipper Trailer yaitu sebesar 60 ton.
- Extendable: trailer yang memiliki ukuran panjang dan dapat ditambah serta dikurangi sesuai kebutuhan. Dengan kemampuannya ini, trailer dapat mengangkut muatan seperti bahan bangunan hingga balok beton. Selain itu, jenis ini memiliki kapasitas muatan dengan maksimal 50 ton.
Walaupun berfungsi mengangkut muatan, namun setiap jenis memiliki kapasitas angkut yang berbeda-beda.
Hal tersebut tergantung dengan jenis muatan yang dikirim oleh setiap trailer. Sehingga kamu bisa menyesuaikan jenis trailer dengan kebutuhan pengirimanmu.
Baca Juga : 23 Daftar Perusahaan Pelayaran Terbesar di Dunia Tahun 2025
Ukuran Trailer yang Sering Digunakan
Trailer memiliki tiga ukuran berbeda-beda yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Adapun tiga ukuran trailer menurut Djatgo yang sering digunakan dalam industri logistik maupun transportasi yaitu:
Trailer Kecil
Umumnya trailer ukuran ini memiliki panjang sekitar 4-6 meter. Ukuran ini cukup ideal untuk mengangkut barang kecil maupun menengah. Selain itu, trailer kecil dapat digunakan untuk keperluan pribadi maupun kegiatan sehari-hari.
Trailer Menengah
Trailer menengah rata-rata memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Umumnya ukuran ini cocok untuk mengangkut barang besar dan berat. Maka dari itu, ukuran ini sering dipilih untuk keperluan bisnis maupun proyek yang membutuhkan kapasitas besar.
Trailer Besar
Trailer besar umumnya memiliki panjang lebih dari 8 meter. Ukuran ini mampu mengangkut beberapa barang besar dan berat.
Dengan ukuran serta muatan yang besar, trailer ini sering digunakan untuk keperluan industri maupun proyek konstruksi.
Peran Trailer dalam Industri Logistik dan Transportasi
Trailer memiliki peranan penting dalam industri logistik maupun transportasi. Hal ini dikarenakan trailer dapat membantu perusahaan dalam memastikan pengiriman yang efektif dan efisien. Adapun peran trailer menurut Djatgo sebagai berikut ini:
Pengangkutan Efisien
Dengan memiliki daya tampung besar, trailer dapat mengangkut barang dalam jumlah banyak.
Hal ini membantu perusahaan mengoptimalkan waktu serta sumber daya dalam transportasi barang. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi logistik secara menyeluruh.
Fleksibel
Umumnya trailer memiliki akses ke area yang sulit dijangkau dengan transportasi lain. Hal tersebut membuat trailer ideal untuk digunakan dalam pengiriman barang dengan efektif.
Selain itu, trailer juga dapat menjangkau pengiriman ke beberapa lokasi yang tidak memiliki infrastruktur transportasi besar.
Mendukung Rantai Pasok
Dalam rantai pasok, trailer berfungsi sebagai penghubung berbagai jenis transportasi. Hal ini dikarenakan trailer sering digunakan untuk mengangkut barang dari pelabuhan ke gudang, pabrik ke pusat distribusi, serta pengiriman langsung ke konsumen.
Perlindungan dan Keamanan Barang
Trailer memiliki beberapa fitur keamanan untuk melindungi serta menjaga barang yang diangkut. Umumnya trailer dilengkapi dengan sistem penguncian, sensor keamanan, serta teknologi pelacakan.
Hal tersebut tentunya membantu perusahaan dalam mengurangi risiko kehilangan, kerusakan, serta pencurian barang.
Baca Juga : Perbedaan Kapal Kargo dan Kontainer
Perbedaan Truk dan Trailer
Truk dan trailer merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang. Walaupun memiliki persamaan dalam penggunaannya, namun keduanya merupakan dua jenis yang berbeda.
Adapun perbedaan truk dan trailer menurut Djatgo antara lain sebagai berikut ini:
|
No. |
Poin | Truk |
Trailer |
|
1. |
Definisi | Kendaraan bertenaga mesin dengan adanya kabin penggerak untuk menarik, mengangkut, serta menderek kargo. | Kendaraaan tanpa tenaga yang ditarik oleh truk. |
|
2 |
Fungsi utama | Fungsinya sebagai tenaga penggerak, kemudi, kontrol pengereman, serta akomodasi pengemudi. | Tujuannya yaitu mengangkut kargo atau peralatan. |
|
3. |
Ukuran dan bobot | Umumnya truk memiliki muatan sebesar 30 ton. | Memiliki kapasitas yang lebih besar yaitu sekitar 20 hingga 60 ton. |
|
4. |
Sistem transmisi | Memiliki transmisi 6 speed. | Umumnya memiliki sistem transmisi 9-10 speeds atau lebih. |
|
5. |
Perbedaan hukum | Didaftarkan dan diasuransikan sebagai kendaraan bermotor. Biasanya pengemudi membutuhkan SIM tergantung pada berat serta konfigurasinya. | Didaftarkan secara terpisah dan dapat menerapkan batasan berat atau panjang yang berbeda. |
Penting untuk kamu memahami perbedaan truk dan trailer. Hal tersebut dapat membantu kamu dalam merencanakan sistem logistik yang efisien.
Selain itu, pemilihan kendaraan yang tepat juga akan membantu perusahaan dalam mengoptimalkan biaya operasional.
Pemilihan trailer tergantung dengan jenis barang yang diangkut, berat muatan, serta jarak tempuh. Dengan memahami beberapa jenis truk trailer di Indonesia, kamu dapat mengambil keputusan yang tepat ketika memilih.
Maka dari itu trailer bukan hanya sebagai kendaraan pengangkut saja, namun juga membantu memperlancar operasional bisnis kamu menjadi efektif dan efisien.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan trailer?
Trailer merupakan kendaraan tanpa mesin yang dibuat khusus agar bisa ditarik oleh kendaraan seperti truk maupun mobil.
Apa perbedaan antara truk dan trailer?
Walaupun sama-sama kendaraan pengangkut barang, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Adapun perbedaannya yaitu truk biasa merupakan kendaraan bertenaga mesin dengan adanya kabin penggerak untuk menarik, penggerak untuk menarik, mengangkut, serta menderek kargo.
Sedangkan trailer merupakan Kendaraaan tanpa tenaga yang ditarik oleh truk.
Jenis trailer apa saja?
Ada beberapa jenis trailer di Indonesia yang sering digunakan pada berbagai industri. Adapun beberapa jenis trailer yang ada di Indonesia yaitu Dry Van, Refrigerated/Reefer, Flatbed, Lowboy, Tanker, Curtainside, Step Deck, Double Decker, Tipper, serta Extendable.
Berapa ukuran trailer ukuran menengah?
Trailer menengah rata-rata memiliki panjang sekitar 6-8 meter.

